oleh

Potensi Besar Komoditas Sebagai Penopang Ekonomi Sumsel

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Komoditas perkebunan di Sumatera Selatan (Sumsel) berpotensi besar menjadi penopang perekonomian ditengah kelesuan ekonomi industri global. Maka, potensi itu harus dioptimalkan dengan mempersiapkan berbagai macam hal substansial, dalam hal ini investor.

Kepala Biro Perekonomian Setda Sumsel, Afrian Joni SE MM mengatakan, investor dalam prinsip kerjanya, sangat selektif. Yakni melihat kesiapan daerah penghasil komoditas perkebunan dari keseriusannya.

Ia menjabarkan, ada tiga pondasi yang wajib disiapkan kepala daerah untuk memperoleh kucuran modal dari investor dalam atau luar negeri. Pertama, investor menanyakan terkait kesiapan infrastruktur. Seperti, pelabuhan, jalan, listrik, telekomunikasi dalam perjanjian kerjasamanya.

“Inilah salah satu alasan kita (Pemprov Sumsel, red) mendorong percepatan pelabuhan samudera laut dalam Tanjung Carat, Banyuasin disamping memenuhi kebutuhan lainnya,” ujarnya usai webinar Bisnis Indonesia Business Challenge (BIBC) 2021 tema Komoditas Sebagai Penopang Ekonomi Bumi Sriwijaya, Selasa (20/4).

Dilanjutkan dengan pemenuhan basis data struktur ekonomi konkret yang didukung oleh Regulasi yang akuntabel dan relevan. Dengan begitu Investor tidak dipersulit oleh birokrasi perizinan.

Data struktur ekonomi yang konkret. Misalnya potensi karet, daerah mana berapa luasnya begitu juga sawit kopi dan lainya. Kalau data kita itu memadai katakanlah infrastruktur, datang pasti investor ini,” jelasnya.

Disamping itu, Jony menambahkan ada beberapa hal yang dilakukan pemprov sumsel untuk menjaga stabilitas harga komoditas perkebunan dan pertanian. Yakni penyaluran kur (Kredit Usaha Rakyat) sektor pertanian dari Rp 4,5 Triliun pada 2020 dan pada 2021 menungkat Rp7,5 Triliun kur yang dialokasikan di Sumsel. “Maka dari ini marilah kita berbuat suatu program yang masif dan terstruktur jangan integral. Tentu yang berdampak luas itu yang utama,” tukasnya (bim)

Komentar

Berita Lainnya