oleh

Potensi Cabai Jadi Trend Petani Desa Tirtosari

TIRTOSARI — Keberhasilan Desa Tirtosari Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin, dalam mengelola lahan perkebunan cabai menjadi trend tersendiri bagi petani di desa ini dalam meningkatkan produktivitas cabai.

Kepala Desa Tirtosari Sukirno, mengatakan motivasi dirinya menjadi kades tidak lain hanya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik segi pembangunan maupun perekonomian.
“Di Desa Tirtosaari ini cukup banyak potensi yang bisa digali, mulai sektor pertanian, perkebunan, dan ternak ikan. Alhamdulillah hasil cukup maksimal,” kata dia.

Dikatakannya, saat ini warga Desa Tirtosari sedang giat menanam cabai. Jenis cabai yang ditanam para petani yaitu cabai rawit dan cabai keriting. Budidaya cabai bisa menjadi komoditas yang menjanjikan.

Petani di desa Tirtosari menanam cabai keriting dilahan 50 hektar, yang dikelola oleh masyarakat dan kelompok tani. Dengan luasan ini, Desa Tirtosari bisa menghasilkan 10 ton dalam satu kali panen.

Hasil panen cabai itu, menurutnya, sebagian besar dikirim petani ke Palembang, wilayah Sumatera Selatan bahkan sampai ke luar Sumsel. Hasil yang didapatkan dari para petani inipun mencapai puluhan juta rupiah untuk satu kali periode tanam dalam setahunnya.

“Kita wajib bersyukur dengan hasil panen cabai, mereka adalah pekerja keras, luar biasa. Hasil panen ini harus ditingkatkan lagi tahun depan supaya pemasukan petani lebih besar lagi,” ucapnya.

Sukirno menambahkan, Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan telah mendampingi para petani cabai mulai dari pembibitan sampai pasca panen. Dinas Perkebunan juga memberikan bantuan berupa alat pertanian dan benih cabai.

Namun ia juga berharap agar produksi panen cabai meningkat, pemerintah memberikan bantuan mesin pompa. “Saat musim kemarau, terkendala pasokan air, sehingga menurut kami perlu adanya mesin pompa yang cukup besar untuk mensuplai air,” pintanya

Tak hanya itu, Camat Banyuasin I Noffaredy, S.Sos., MM mendorong kelompok petani cabai Desa Tirtosari untuk mendirikan sebuah koperasi. Menurutnya, dengan terbentuknya koperasi, posisi petani cabai akan semakin kuat. “Adanya koperasi akan membuat para petani cabai lebih kuat dan daya tawarnya semakin tinggi,” tegas Camat Noffaredy

Menurut Camat Noffaredy, keberhasilan petani cabai di Desa Tirtosari juga menjadi stimulus bagi masyarakat yang ada di Desa ini lebih rajin dan giat dalam melakukan kegiatan menanam cabai. “Selain untuk menanam padi sebagian lahan kering digunakan khusus untuk menanam lombok/cabai,” kata Noffa

Sehingga, lanjut dia, potensi ini akan meningkatkan prekonomian didesa dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Cabai merah atau lombok merah (Capsium annum L.) merupakan tanaman hortikultura sayur-sayuran/buah musiman untuk rempah-rempah, yang di dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai penyedap masakan dan penghangat badan.

Kebutuhan terhadap mata pencaharian ini semakin meningkat sejalan dengan makin bervariasinya jenis dan menu makanan yang memanfaatkan produk cabai. Selain sebagai rempah-rempah cabai merupakan salah satu usaha yang dapat mendatangkan keuntungan bagi petani dan pengusaha cabai.(ril/qda)

Komentar

Berita Lainnya