oleh

Potensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang, Ini Kata BMKG Sumsel

SUMEKS.CO – Seiring masuknya musim hujan di wilayah Sumsel pada skala meteorologi dengan indikasi menguatnya Angin Muson Cina Selatan yang melalui wilayah Sumsel,  BMKG Sumsel, Stasiun Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang hari ini mengeluarkan rilis media peringatan.

Angin Muson Cina Selatan yang melalui wilayah Sumsel itu sarat uap air mengakibat potensi hujan dan adanya potensi hujan disertai petir dan angin kencang.

Potensi ini umumnya terjadi pada siang-sore hari dan potensi hujan ringan yang berlangsung lama, apabila terjadi pada malam-dini hari.

Bulan Desember dan Maret merupakan bulan dengan curah hujan tertinggi dari data normal Stasiun Meteorologi SMB II Palembang dalam kurun waktu 30 tahun terakhir.

Kondisi Musim Hujan akan terus berlangsung hingga memasuki musim peralihan ke musim kemarau umumnya pada Maret-April 2020. Analisa Ambruknya Atap Rumah dan Pohon Roboh di Palembang (Kec. Sukarami, Alang-Alang Lebar, Kemuning, Sako, Sematang Borang, Ilir Barat I).

Akibat Hujan disertai Petir dan Angin Kencang dengan hujan kriteria lebat 57,5 mm dan kecepatan angin kriteria ekstrim 47 Knot (87 km/jam).

Hal ini diakibatnya adanya Awan Konvektif Cumulonimbus (Awan Hitam Pekat berbentuk Kembang Kol) dalam bentuk Single Cumulonimbus karena petumbuhan awan Cumulonimbusnya relatif sendiri/single mengakibatkan perbedaan tekanan dan suhu yang cukup signifikan.

Yaitu perbedaan suhu antara daerah yang terpapar hujan dan disekitarnya yang belum terpapar hujan.

Sehingga menyebabkan angin kencang. Perubahan karakteristik permukaan bumi/tanah yang relatif rata akibat pembukaan lahan, kebakaran hutan dan minimnya pepohonan/hutan membuat potensi angin kencang pada wilayah berkarakteristik seperti ini akan berpotensi sering terjadi.

BMKG Sumsel menghimbau masyarakat untuk tetap update peringatan dini cuaca ekstrim di aplikasi infoBMKG android dan iphone, lebih berhati-hati dalam bertransportasi pada siang hingga sore hari, memprioritaskan penerbangan dan transportasi air tidak pada waktu siang-sore hari.

Kemudian, memperbaiki struktur bangunan yang kokoh terhadap hujan dan angin kencang, membersihkan dan memperbaiki drainase, tidak berteduh di bawah pohon saat hujan terjadi dan menghindari titik-titik macet saat adanya genangan akibat hujan.
(ril/dho/bmkg sumsel)

Komentar

Berita Lainnya