oleh

PPKM Beratkan Pedagang

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Rencana perpanjangan PPKM Level IV di Sumsel sampai akhir agustus, bersamaan dengan Keputusan Gubernur Sumsel tentang pemberlakuan WFH di lingkungan ASN, membuat banyak pedagang mengeluh.

Silvi, pedagang martabak HAR yang berjualan tak jauh dari lingkungan kantor Pemprov Sumsel mengatakan, sejak diberlakukannya WFH kepada ASN, membuat duka tersendiri baginya. Bagaimana tidak, dia yang sudah puluhan tahun berjualan di sana, harus merasakan dampak dari perpanjangan PPKM saat ini dan WFH di lingkungan ASN.

“Terasa sekali semenjak diberlakukan WFH sekarang di lingkungan ASN, karena selama ini kebanyakan yang beli dari ASN lingkugan pemprov,” ungkap Silvi kepada SUMEKS.CO, Jumat (6/8).

Silvi menuturkan, sebelum diberlakukan PPKM dan WFH di lingkungan ASN, biasanya martabak HAR yang biasa dia bawa selalu habis minimal 70 porsi per hari. Namun sejak diberlakukan hal tersebut, untuk menghabiskan 20 porsi saja sangat sulit.

“Sebelum diberlakukan PPKM dan WFH, biasanya minimal habis 70 porsi. Tapi sekarang buka dari pagi sampe sore pun, 20 porsi itu sangat susah,” cetusnya.

Sementara itu, Taufik pedagang mie ayam di dekat Pengadilan Negeri Palembang menyatakan, sejak adanya Keputusan Gubernur mengenai WFH di beberapa kantor ASN, membuat dagangannya mengalami penurunan sebanyak 50 persen.

“Jauh sekali beda semenjak diberlakukan WFH, penghasilan saat ini, turun sampai 50 persen,” ujarnya.

Lebih lanjut Taufik mengatakan, ini disebabkan di kalangan ASN sekarang jam kerjanya dibagi dua shift per hari. Hal inilah yang membuat penghasilannya berkurang, karena ASN tidak banyak yang mampir ditempatnya, karena mungkin sebagian ASN yang jam kerjanya siang, sudah makan dari rumahnya masing masing.

“Kalau sekarang kan sebagian ASN masuknya siang, jadi mungkin sudah kenyang karena sudah makan dari rumah,” tuturnya.

Taufik berharap, semoga pandemi COVID-19 cepat berlalu. Dan ASN di lingkungan kantor pemerintahan bisa masuk seperti biasanya. Karena Taufik sangat terasa dampak dari adanya pemberlakuan WFH saat ini.

“Saya berharap PPKM dan WFH saat ini cepat terselesaikan, dan saya harap agar pemerintah dapat mencarikan solusi bagi pedagang kecil seperti kami di sini,” imbuhnya.

Begitupun sebaliknya dengan Silvi, dirinya mengharapkan agar pemerintah setempat dapat mencarikan solusi yang terbaik. Khususnya bagi pedagang yang ada di lingkungan pemerintahan atau pun pedagang lainnya yang ada di Sumsel.

“Saya sangat berharap kepada pemerintah setempat, untuk mencarikan kami solusi. Karena semenjak PPKM dan WFH diberlakukan, kami sangat kesusahan untuk mencari nafkah,” pungkasnya. (edy)

Komentar

Berita Lainnya