oleh

Preman Kampung Nangis di Garuk Tim Beruang

MURATARA – Pereman kampung yang kerap bikin onar di Desa Bingin teluk, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara, tak berkutik setelah di garuk tim beruang. Pelaku yang kerap mencuri dan mengintimidasi warga ini, diketahui sebagai Dedek Seleman (24), Selasa (5/1) sekitar pukul 15.00 WIB, cuma bisa menangis setelah kakinya di pelor polisi.

Informasi di himpun, 23 Juni 2019 lalu terjadi pencurian di rumah Sujono. Warga RT 04, Kelurahan, Bingin Teluk Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara. Pelaku masuk ke rumah korban dengan merusak gembok pintu yang terpasang, setelah masuk pelaku mengambil barang barang berharga.

Diantaranya, 1 (unit) kipas angin, 1 TV LED 32 inch, 1 reciever Parabola, 2 Speaker dan 2 Stavol 1000 watt, dengan kerugian materil sekitar Rp10 juta. Korban langsung melaporkan kejadian itu ke polisi dengan nomor laporan LP/B- 61 /VI/2019/Sumsel/Mura/Sek.Rwi tanggal 23 Juni 2019.

Usai kejadian itu, Korban mendapat informasi jika barang barang itu dijual ke masyarakat lainnya, oleh Dede Seleman yang saat itu sudah menghilang dari permukiman desa usai kejadian. Rahmad warga Bingin teluk, mengungkapkan, pelaku memang kerap membuat ulah di kampungnya.

Selain kerap mencuri, pelaku juga sering mengintimidasi warga dan mabuk mabukan di depan rumah masyarakat. “Warga di dusun aduh tau nian sama prilakunyo, termasuk resek (onar,red), sering maling termasuk spesialis bongkar rumah. Sering minum minum di tangga rumah-rumah warga,” bebernya.

Selasa tanggal 5 januari 2021 sekitar pukul 13.00 WIB, tim Beruang sat Reskrim Polres Muratara mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa Dede Seleman berada di rumahnya di Desa Bingin Teluk Kecamatan Rawas Ilir kemudian dilakukan penelusuran.

Pukul 18.00 WIB, tim Beruang Sat Reskrim Polres Muratara melakukan penangkapan tersangka di rumahnya di desa Bingin teluk, Kecamatan Rawas Ilir. Tersangka berusaha melarikan diri kemudian tim Opsnal melakukan pengejaran dan memberikan tembakan peringatan sebanyak dua kali.

Namun tersangka tetap melarikan diri, kemudian tim opsnal beruang sat reskrim Polres Muratara melakukan tindakan tegas terukur terhadap tersangka.

“Kita sempat lumpuhkan dengan tembakan di kaki kirinya, karena tersangka melarikan diri saat kami sergap. Tembakan peringatan sudah di berikan, tersangka tidak mau berhenti,” kata Kapolres Muratara AKBP Eko Sumaryanto melalui Kasat Reskrim Polres Muratara, AKP Dedi Rahmad.

Usai ditembak polisi, pelaku langsung menjerit kesakitan sembari menangis menyerah tanpa syarat. kasat Reskrim Muratara AKP Dedi Rahmad mengatakan, usai di lumpuhkan pelaku menangis dan teriak, “Ampun pak, ampun pak, teriak teriak jangan tembak lagi. Giliran lari kabur cepet nian,” kata kasat reskrim Polres Muratara.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti hasil curian di rumah pelku dan membawa tersangka serta brang bukti untuk di proses lebih lanjut. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya