oleh

Presiden PKS Minta Kader tak Baperan

-Politik-1.019 views

PALEMBANG – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumsel melakukan konsolidasi bersama para kader se-Sumsel dalam memenangkan partai dan capres di Pemilu 2019.

“Saya percaya, bahwa semua kader PKS memiliki kesiapan dan kesigapan untuk memenangkan PKS di Sumsel, sudah tergambar antusiasnya, saya yakin di 2019 kita akan menang besar dari pemilu sebelumnya,” kata Presiden PKS, H Moh Sohibul Iman Ph.D, di Ballroom Hotel Swarnadwipa, Sabtu (22/12).

Menurutnya banyak pihak yang saat ini khawatir PKS akan semakin besar sehingga banyak fitnah, dan isi yang dihembuskan terhadap kita bahwa PKS merupakan partai yang tidak memiliki masa depan dan prospek, bahkan ada
yang sampai ke tahap fitnah.

Namun jangan  dihiraukan isu-itu yang dibuat untuk melemahkan semangat para kader. Kita fokus saja pada kerja dan program partai, kita harus bisa menyikapi secara proporsional, fenomena turbelensi dan fitnah di internal PKS, kita harus melakukan langkah yang substantif daripada menghadapi isu di medsos tersebut.

“Saya tegaskan pada semua kader agar tidak emosi dan baperan menyikapi isu-isu dan fitnah yang beredar, terutama dari medsos, kita harus dewasa dan tenang dalam menyikapinya,” tukasnya.

Saat ini, semua parpol sedang berlomba untuk bisa memenangkan capres yang diusung, dan juga memenangkan pileg agar bisa menembus 4 persen parlemen treshold. Target nasional kita adalah 12 persen, namun bukan tidak mungkin kita akan mencapai 20 persen dan bisa memajukan capres di tahun 2024.

“Jadi keduanya harus seimbang, pilpres harus menang dan pileg juga harus bisa menembus parlemen threshold. Jika menang pilpres, tapi di parlemen tidak duduk, maka kita tidak akan ada peta politik dipusat, hanya bermain
didaerah, sebaliknya, jika menang dipileg namun tidak dipilpres maka, kita juga tidak ada dukunga dipusat untuk setiap kebijakan,” cetusnya.

Lanjutnya, sebenarnya ini menjadi dilema, karena semakin kita promosikan Prabowo-Sandi, maka makin banyak yang pilih Gerindra, namun jangan karena itu lantas membuat kita tidak mengkampanyekan capres dan cawapres yang kita usung.

“Harus tetap kita kampanyekan, sebab 85 persen mata masyarakat saat ini tertuju ke pilpres dan 15 persen ke pileg, sebab itu yang kita butuhkan saat ini adalah formula agar tetap mengkampanyekan capres dan cawapres, tapi PKS harus tetap eksis dalam koalisi, tentu dengan tetap ikhtiar memberikan program terbaik bagi masyarkat,” katanya.

Menurutnya PKS harus mempunyai janji kampanye yang berbeda namun, tanpa mengenyampingkan janji politik koalisi.

“Walaupun ada janji politik sendiri, tapi kita tetap mendukung janji politik koalisi, untuk menjaga eksistensi supaya tdk hilang ditengah isu koalisi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPW PKS Sumsel, Ustad Muhammad Toha mengatakan jika target 12 persen bahkan 20 persen akan bisa dicapai jika kordinasi dan sinergi antar kader, SDM dan struktural ditubuh PKS solid, dan saat ini
disumsel sendiri sinergi itu tetap terjaga dan berjalan.

“Nah itulah kita optimis, di Sumsel kita akan bisa menang baik memenangkan partai maupun capres dan cawapres yang kita usung, selain itu pejabat publik caleg dan kader akan kita libatkan secara optimal,” kata Toha.

Lanjut Toha, Semua kader harus mau terjun ke masyarakat, ayomi masyarakat dan semua pihak tanpa memilih dari golongan apa. “PKS merupakan partai yang memberikan corak tersendiri dengan bekerja setiap hari melayani masyarakat, PKS juga hadir dengan cara-cara politik yg memberikan contoh yang baik, karena itu wajah demokratis politik Indonesia saat ini bercorak dan berwarna,” tutupnya. (Cj15)

Komentar

Berita Lainnya