oleh

Pria Tewas Leher Tersayat di Nguling, Polisi: Dugaan Awal Bunuh Diri

NGULING – Seorang pria ditemukan tak bernyawa dalam kamar rumah di Desa/ Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Kamis pagi (29/10). Korban tewas dengan kondisi leher terluka parah. Diduga, luka tersebut akibat sayatan benda tajam.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, pria dengan lengan penuh tato itu telentang di sebuah ranjang bambu. Dengan mengenakan kaos hitam dan celana pendek abu-abu, pria yang akrab dipanggil Eko Tato ini ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Seorang warga bernama Mohammad Imron menuturkan, ia dan istri mendengar suara tangisan dari sebelah rumahnya yang tak lain ialah rumah Eko. Tepatnya selepas salat subuh.

Istri Imron pun langsung berinisiatif mendatangi rumah Eko. Disana, istri Eko sudah bercucuran air mata. Saat ditanya, istri Eko minta tolong karena suaminya muntah darah. “Tapi saat dilihat istri saya, kok ininya (lehernya) bolong,” kata Imron.

Sebelumnya, Eko sempat keluar rumah untuk membeli rokok sekitar pukul 03.00. Setelah masuk waktu subuh, dia bahkan ikut salat jamaah di masjid.

Setelah diketahui tak bernyawa, polisi dibantu oleh petugas medis mengevakuasi korban membawanya ke rumah sakit dengan ambulans.

Kepala Desa Nguling, Edi Suyitno menerangkan, bahwa korban sehari-hari berprofesi sebagai pengamen. Namun ia belum mengetahui apa penyebab kematian korban. Apakah dibunuh atau bunuh diri. “Istrinya belum bisa ditanyai. Masih shock. Tadi sempat pingsan,” terang Edi.

Kapolsek Nguling, Iptu Zudianto mengaku tengah melakukan penyelidikan atas peristiwa itu. Sejauh informasi yang didapat kepolisian, istri korban mengetahui suaminya tak bernyawa setelah berjamaah subuh di masjid.

“Istrinya masih tidur saat korban pulang dari masjid. Setelah bangun, suaminya sudah meninggal,” jelas Zudianto.

Sementara ini, polisi menduga korban tewas akibat bunuh diri. Polisi juga mengamankan sebilah pisau yang diduga dipakai korban mengakhiri hidupnya. Akan tetapi, Zudianto masih mendalami kasus itu. Bilamana ada dugaan pembunuhan terhadap korban.

“Dugaan sementara bunuh diri. Tetapi kami tetap kumpulkan baket-baket (bahan keterangan) di lapangan. Untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya. (tom/mie/jawapos.com)

 

 

Komentar

Berita Lainnya