oleh

Prihatin Bangunan Madrasah Berpotensi Roboh, Pemprov Sumsel Carikan Solusi Dana Perbaikan

SUMEKS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan berupaya membantu perbaikan ruang kelas Madrasah Jam’iyah Islamiyah di Tanjung Pinang Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir yang rusak berat dan berpotensi roboh.

“Pemprov akan mencarikan solusi untuk bantuan pendanaannya,” kata Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya, saat menerima audiensi pengurus Yayasan Pendidikan Madrasah Jam’iyah Islamiyah, di Ruang Tamu Wakil Gubernur Sumsel, Rabu (15/1).

Mawardi Yahya juga menyampaikan rasa prihatin atas kondisi ruang kelas yang rusak tersebut. Dia menjelaskan, jika ingin diperbaiki tahun ini menggunakan dana APBD Provinsi dirasakan tidak mungkin karena penganggaran untuk tahun anggaran 2020 sudah disahkan, tinggal pelaksanaan saja.

Meskipun demikian, Mawardi menyatakan bahwa Pemprov Sumsel akan mengupayakan bantuan perbaikan ruang kelas tersebut melalui bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan yang ada di Sumsel.

“Akan diupayakan, solusi mungkin bisa melalui bantuan dana CSR dari pihak swasta. Biasanya di bulan Juni dilakukan pembahasan dan hitung-hitungan tentang CSR ini bersama perusahaan yang ada di Sumsel,” ujarnya.

Dia juga menyarankan agar proposal permohonan bantuan yang disiapkan pengurus yayasan tetap diajukan agar dapat dimasukkan pada penganggaran di tahun 2021 mendatang.

“Silahkan tetap diajukan proposalnya untuk dimasukkan pada penganggaran tahun 2021 nanti. Kemudian ada beberapa koreksi dari proposal yang saya baca itu, silahkan segera diperbaiki,” kata Mawardi Yahya.

Sementara itu, Pembina Yayasan Pendidikan Madrasah Jam’iyah Islamiyah, Sukardi mengatakan, Madrasah Jam’iyah Islamiyah talah berdiri sejak 1963 hingga sekarang meliputi Taman Pendididkan Al-Quran, Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan jumlah murid mencapai 400 lebih siswa dan 87 guru.

“Ada dua lokal kelas belajar yang hampir roboh, kondisinya saat ini sangat memprihatinkan apalagi jika melihat kondisi cuaca saat ini yang sering terjadi hujan. Kami khawatir akan roboh dan menggangu proses belajar mengajar,” katanya.

Untuk itu, lanjut dia, pengurus yayasan memberanikan diri untuk melaporkan hal ini kepada Wakil Gubernur dan mengharapkan bantuan untuk perbaikan ruang kelas tersebut.(ety)

Komentar

Berita Lainnya