oleh

Pritz : Kita Ingin Kepastian Hukum Investasi

-Sumsel-513 views
PALEMBANG – Desakan ke penyidik Polda Sumsel untuk menindaklanjuti laporan dari PT Sukses Kurnia Bahagia (SKB) terhadap PT GPU terkait dugaan penyerobotan dan pengerusakan terus dilakukan.

Bahkan, melalui kuasa hukumnya, Elpritz Siahaan SH meminta kepolisian untuk memproses laporan dimaksud untuk mendapatkan kepastian hukum dan investasi.

“Kita sudah laporkan hal ini beberapa kali, terakhir itu Januari 2018 lalu. Tapi sampai sekarang, kita belum tahu proses yang sudah berjalan sejauh apa.

Sebab ini sangat penting untuk kepastian hukum dan investasi yang klien kami lakukan selama ini,” ujar Elpritz Siahaan SH ditemui di Griya Halim, Kamis (27/12).

Bahkan diakuinya, dari hasil kajian di lapangan, bahwasanya lahan milik kliennya tersebut seluas 100 hektar diambilalih tanpa seiizn dari PT SKB selaku pemilik izin.

Belum lagi, dari tapal batas wilayah sesuai permendagri No 50 tahun 2013, lahan usaha PT SKB berada di Kabupaten Muba.

“Yang kita tahu, perusahaan tadi menguasai dan melakukan aktifitas penambangan di lahan milik klien kami. Padahal kita tahu, yang bersangkutan belum memiliki izin untuk itu dari Kabupaten Muba,” tegasnya.

Belum lagi, dalam membuka lahan pertambangan tersebut, tanaman sawit yang sudah ditanam oleh PT SKB dirusak dan dicabutin. Bahkan, saat ini bekas lokasi tambang dibiarkan  begitu saja tanpa ada upaya reklamasi pasca penambangan.

“Saat ini, bekas tambang tadi berlubang seperti danau dan dipenuhi air. Kita tidak ingin disalahkan terkait kerusakan lingkungan yang timbul dari aktifitas pertambangan yang bukan dilakukan klien kami,” ulasnya.

Untuk itu, dirinya berharap, agar penyidik kepolisian dapat menindalanjuti laporan tersebut dan menaikkan prosesnya ke tahap penyidikan.

“Kita masih melihat profesionalitas polri. saya yakin, dengan semangat tersebut akan menindaklanjuti laporan kita tadi,” ulasnya.

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Suwandi Prihantoro SIK mengungkapkan, pihaknya sudah menindaklanjuti laporan yang masuk dari PT SKB melalui salahsatu karyawannya Adi Rasyidi.

Bahkan saat ini, setidaknya sudah ada 5-6 saksi yang diperiksa untuk dugaan pengerusakan dan penyerobotanlahan tadi.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan. bahkan kita sudah memanggil 5-6 orang saksi untuk menggali informasi terkait laporan tersebut,” ungkapnya.

Nanti untuk proses selanjutnya, kita akan terus dalami termasuk kemungkinan penetapan tersangkanya. Intinya, kita akan tindaklanjuti dan proses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” pungkasnya. (afi)

Komentar

Berita Lainnya