oleh

Program KB, Muratara Dapat Penghargaan MMK

MURATARA – Kepala perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumsel, Nopian Andusti, serahkan Tanda Penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) Ke Bupati dan ketua penggerak PKK Muratara.

MKK merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Pemerintah Pusat melalui BKKBN yang dinilai mempunyai dedikasi tinggi terhadap program pengendalian penduduk. Dalam sambutanya Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Sumsel menuturkan, Provinsi Sumsel saat ini mendapat juara harapan ke III se Indonesia terkait Bidang Kependudukan Keluarga Berencana (KB) dan Pembangunan Keluarga dari BKKBN.

Setelah melakukan penilaian, Muratara masuk dalam kategori sehingga mendapat penghargaan MMK. Dari penerintah pusat melalui BKKBN provinsi Sumsel. “Saya harap program pengendalian penduduk terus disuport, sehingga penyumbuhan penduduk bisa seimbang dengan tingkat kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Selain Kabupaten Muratara ada juga sejumlah Kabupaten Kota lain yang mendapat penghargaan MMK. sementara itu, ketua Tim penggerak PKK Muratara Ny Lia Mustika menuturkan, ubtuk mengsukseskan program KB, pihaknya sudah membentuk 16 kampung Kb bersama instansi Pemda Muratara.

“Kami sering berkeliling kita bentuk kampung KB sekarangvada 13 kampung KB di Muratara. Ada beberapa wilayah yang jauh dari jangkauan, tapi waktu kami masuk yang pertama kali kami baca tulisan selamat datang di kampung KB,” ucapnya

Dia memastikan, saat ini sudah banyak masyarakat yang paham dengan fungsi program KB, baik di daerah perkotaan hingga pelosok di Muratara. Namun sejak Covid-19, di wilayah Muratara banyak terjadi proses kehamilan.

“Mungkin karena dampak pembatasan aktivias saat ini banyak warga kita yang positif hamil sejak Corona. Tapi kita terua sosialisasikan, dua program KB dua anak itu cukup,” ucapnya.

Sementara itu Bupati Muratara, H Syarif Hidayat mengungkapkan, pihakbya sangat berterima kasih atas sorotan dan penilaian yang dilakuan penerintah pusat dan Penerintah Provinsi. Awal pemekaran, kabupaten Muratara banyak di dapati desa tertinggal.

Kekurangan sarana dan pesarana terjadi di beragam sisi. Namun dengan upaya Pemerintah daerah, Provinsi dan Pemerintah Pusat. Saat ini jumlah desa tertinggal itu mulai berkurang. “Kami sangat berterima kasih suport dan penghargaan yang telah diberikan. Ini akan menjadi semngat kami dalam membangun daerah,” tutupnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya