oleh

Program Muddai Dapat Dukungan Kemenpora

JAKARTA – Sesmenpora Gatot Dewa Broto menyambut baik program Muddai Madang. Yang bertarung perebutkan kursi Ketum KONI Pusat periode 2019-2023 dalam Musornaslub KONI Pusat 2 Juli nanti. Program itu adalah memaksimalkan dana non APBN dalam menghidupi organisasi KONI Pusat. Dengan begitu, apa yang dialami KONI Pusat yang sampai utang gaji pegawainya saat ini tidak akan terulang ke depannya.

“Kemenpora sepakat dengan program Pak Muddai yang tidak mengandalkan penuh APBN. Dalam menjalankan roda organisasi KONI Pusat. Gaji karyawan KONI itu kan tidak bisa diambil dari APBN. Karena mereka bukan pegawai negeri sipil sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melainkan pinter-pinternya Ketua KONI mencari uang. Jadi pilihlah Ketua yang kreatif,” ungkap Sesmenpora. Dalam testimoni di acara silaturahmi Muddai Madang dengan KONI Provinsi dan Cabang Olahraga di Hotel Mulia Senin malam (17/6).

“Program melibatkan sponsor dan menjadikan olahraga sebagai industri merupakan suatu terobosan yang bagus. Dalam mengatasi masalah anggaran peningkatan prestasi olahraga,” lanjut Gatot.

Sambutan Sesmenpora Gatot itu pun disambut tepuk tangan peserta. Tampak hadir dalam acara itu, Wakil Ketua I KONI Jawa Timur La Nyalla Mattallitti, Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir.

Kemudian dari pengurus cabor di antaranya ada Plt Ketua Umum PSSI Iwan Budianto, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia (PP PCI) Aziz Syamsuddin. Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi), GM Utut Adianto, Ketua Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI) Trimedya Pandjaitan. Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (PP Persambi) Krisna Bayu, dan sejumlah pengurus KONI Provinsi dari Aceh sampai Papua.

Hanya, Gatot menegaskan dalam pemilihan Ketua KONI Pusat ini pihaknya netral. Pria asal Jogjakarta ini dalam forum berpesan. Kemenpora kepada siapa pun terpilih menjadi Ketua Umum KONI Pusat dalam Musornaslub KONI nanti. Harus punya kreativitas untuk mentrigger sumber keuangan. Kemudian harus mampu membangun kepercayaan sehingga sponsor bisa dihimpun.

“Ini yang kami lakukan di KOI. Biaya operasional KOI sudah tidak andalkan APBN. Ini patut diterapkan di KONI. Dengan catatan, harus layak jual. Artinya ya berprestasi dan menghibur,” ucap calon Ketum KONI Pusat Muddai Madang.

Muddai pun berseloroh bahwa dia minta izin kepada audience untuk kembali mengurus KONI. Baginya KONI adalah rumah yang sempat ditinggalkan ketika mengurus KOI atau dia tak cabang olahraga. Ini karena sejak awal Muddai sudah akrab dengan KONI Provinsi saat mengurus KONI Sumsel. “Saya minta dukungan untuk pulang “kampung”. Pulang ke KONI,” pinta pria kelahiran Baturaja yang mengklaim kantongi dukungan 26 cabor.

Musornaslub KONI Pusat akan dilakukan 2 Juli nanti di Hotel Sultan Senayan Jakarta Pusat. Selain Muddai, Marciano Norman memastikan diri maju perebutkan kursi yang akan ditinggalkan Tono Suratman setelah menjabat dua periode. Muddai mewakili masyarakat sipil di pemilihan nanti. Sementara Marciano mewakili barisan militer. Terakhir masyarakat sipil pimpin KONI Pusat adalah Rita Subowo yang dilanjutkan Tono dari kalangan militer. (kmd)

Komentar

Berita Lainnya