oleh

Promosikan Potensi Pertanian, Kementan Gelar The 2’nd Millennial Indonesian Agropreneurs

Jakarta – Di masa depan, pertanian Indonesia akan sangat bergantung pada generasi muda. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) siap untuk memfasilitasi dan mendukung para agropreneur muda untuk bergerak di berbagai bidang pertanian, dari hulu hingga ke hilir.

Agropreneur muda atau lebih dikenal sebagai milenial agropreneur memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan pertanian. Melihat hal tersebut, Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) kembali menyelenggarakan Millennial Indonesian Agropreneurs (MIA) Expo 2021.

Event ini adalah kelanjutan dari 1’st Millennial Indonesian Agropreneurs (MIA) Expo di tahun 2019.

The 2’nd MIA Expo tahun ini akan diselenggarakan di Ambarukmo Plaza, Yogyakarta, 12-13 Juni 2021 dengan tema “Millennial Agropreneur; Penghela Agroeduwisata dan Ekonomi Kreatif ”.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, menargetkan akan melahirkan sebanyak 2,5 juta petani milenial di Indonesia. Hal itu melihat kondisi saat ini di mana perkembangan di dunia pertanian semakin maju.

“Kementan mempersiapkan kurang lebih 2,5 juta petani milenial dalam lima tahun ini. Untuk itu kita fasilitasi mereka, kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pelatihan. Kita manfaatkan teknologi, alsintan, jejaring hingga jejaring pemasaran. Kita ubah pola pikir generasi milennial bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan terlebih di tengah pandemik ini” ujar Mentan SYL.

Pada kesempatan berbeda, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, menambahkan, pihaknya akan melaksanakan berbagai program untuk mendukung lahirnya para pengusaha petani milenial yakni pendidikan vokasi, pelatihan vokasi, program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian(PWMP), program YESS, Kostratani, program Magang Jepang serta P4S.

Selain itu Kementan juga memfasilitasi petani serta wirausaha pertanian milenial untuk memperluas jejaring pasar melalui expo.

“Saya berharap The 2’nd MIA Expo mampu melahirkan petani milenial dan wirausaha pertanian milenial yang handal, professional dan berdaya saing tak hanya didalam negeri tetapi juga ekspor,” ujar Dedi.

Ia pun berharap petani milenial serta wirausaha pertanian milenial yang ada saat ini mampu menjadi champion yang dapat meresonansi pemuda/pemudi lainnya untuk bergabung dan mengembangkan sektor pertanian.

“Ayo para milenial, jangan ragu terjun di bisnis sektor pertanian. Kalau tidak sekarang kapan lagi?” ajak Dedi.

Selaku penanggung jawab The 2’nd MIA Expo, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Idha Widi Arsanti menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk para wirausahawan muda pertanian, khususnya PWMP serta memberikan motivasi dan bersemangat untuk para rekan-rekan milenial lainnya.

“Penyelenggaran The 2’nd MIA Expo tahun ini sedikit berbeda menyesuaikan kondisi kebiasaan baru ditengah pandemi yakni secara offline dan online. Kami tetap berupaya mengemas kegiatan ini dengan baik sehingga para pengunjung dapat tertarik dan tetap hadir walaupun tidak secara fisik. Para pengunjung bisa melakukan transaksi pembelian baik secara online maupun offline,” papar Santi.

Secara fisik akan hadir perwakilan dari Politeknik lingkup Kementan, Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian lingkup Kementan serta Perguruan Tinggi Mitra yang akan menampilkan produk-produk PWMP unggulan serta beberapa unit kerja lingkup Kementan, Pemerintah Daerah serta Perbankan.

Tak hanya menampilkan pameran produk semata, The 2’nd MIA akan dimeriahkan oleh Milenial Talkshow, Milenial Up Date (Bimbingan Teknis), Milenial Pride (Tik Tok Competition), Milenial Meet Business, Milenial go to Campus, Milenial Music Creatif serta Bidding Online.(ril)

Komentar

Berita Lainnya