oleh

Proses Laporan, Warga Ramai Datangi Bawaslu

MURATARA – Usai pencoblosan kantor Bawaslu mendadak ramai di datangi warga dari kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara. Masyarakat yang didominasi kaum hawa itu, mengaku menjadi saksi yang di panggil Bawaslu untuk di konfirmasi terkait aduan mengenai tahapan Pilkada.

Senin (14/12) sekitar pukul 09.00 WIB, kantor Bawaslu mendadak ramai di datangi masyarakat. Sejumlah pihak pengamanan seperti pihak kepolisian maupun anggota Brimob tetap siaga melakukan pengamanan.

Ketua Bawaslu Muratara, Munawir saat di konfirmasi mengatakan adanya laporan dari masyarakat mengenai pemilih tidak tercantum dalam undangan yang melakukan pencoblosan di wilayah Kecamatan Rupit. “Kemarin ada laporan dan banyak warga yang datang ke Bawaslu. Kita masih melakukan proses dan melakukan konfirmasi ke sejumlah saksi, dan anggota PPS,” bebernya.

Pihaknya megaskan belum bis memverikan kobfirmasi lebih lanjut mengenai masalag itu. Karena mereka masih melakukan proses pemeriksaan saksi dan informasi maupun bukti dugaan pelanggaran.

Sementara itu, Raju salah satu anggota PPS di Kelurahan Muara Rupit, membenarkan, jika sebelumnya ada laporan dari warga mengenai pemilih yang tidak dapat undangan melakukan pemilihan di sejumlah TPS di wilayah Kecamatan Rupit.

Namun pihaknya menegaskan laporan yang dilayangkan ke Bawaslu itu, sudah terjawab. Dan tidak terlalu menimbulkan kesalahan fatal, maupun pelanggaran.

“Kalau untuk tingkat PPS mayoritas saksi dari masing masing Paslon, menandatangani semua hasil penghitungan yang telah dilakukan. Tiba tiba baru sekarang ini muncul ada laporan. Kami sengaja datang ke sini untuk diklarifikasi permasalahan itu,” tutupnya.

Proses yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Muratara, dirasa cukup alot. Karena sampai pukuk 15.09 WIb, proses itu belum juga selesai dilaksanakan. Dan sejumlah masyarakat maupun anghota PPS masih terpantau berkumpul di depan kantor Bawaslu Muratara.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya