oleh

Prospek Ekonomi Bergantung Herd Immunity

PEMERINTAH memperkirakan pandemi Covid-19 bisa dikendalikan September tahun ini. Jika perkiraan tersebut terbukti, lantas bagaimana prospek ekonomi ke depan?

Sebetulnya, kami memprediksi tahun ini pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 3 persen sampai 6 persen. Tapi, kalau melihat dinamika sampai saat ini, kemungkinannya ada pada batas bawah, yakni 3 persen sampai 4 persen.

Sebetulnya bisa saja sampai angka 6 persen kalau vaksinasi bisa mencapai jumlah maksimal. Atau herd immunity (kekebalan komunitas) tercapai di semester II 2021.

Tapi, dengan apa yang sudah disampaikan Bappenas, kemungkinan  herd imuunity  tidak akan bisa tercapai di semester II 2021 dan diestimasikan baru terwujud pada 2022.

Mengacu asumsi Bappenas, yakni rasio kasus 0,9 itu tercapai pada September, saya rasa tetap saja peluangnya masih di batas bawah. Ya, 3 persenan atau paling tidak 4 persen.

Ini juga kan 0,9 hanya sedikit di bawah 1, jadi belum drastis turunnya. Tapi, ya relatif rendah memang kalau sudah di bawah 1.

Meski begitu, sepanjang herd immunity belum tercapai, akan tetap susah ekonomi bisa bergerak maksimal. Dari dinamika yang ada, sektor-sektor ekonomi tentu terdampak. Jika pandemi sudah terkendali lebih baik, pastinya ada sektor-sektor yang pulih paling cepat dan paling belakangan.

Sektor pertama yang akan membaik adalah sektor ritel. Sebagian sektor ritel, terutama yang skala kecil, sebetulnya sudah ekspansi. Meski tidak seluruhnya, di momen pandemi pun, sektor ritel juga masih tumbuh.

Pemulihan itu juga merembet ke bisnis ritel dengan skala yang lebih besar. Di mal atau pusat perbelanjaan, misalnya.

Kalau bisnis ritelnya sudah pulih di hilir, di hulunya, yakni produsen yang memproduksi barang, juga akan pulih.

Manufaktur juga akan pulih pada gilirannya. Tapi, manufaktur memang beragam antara satu dan yang lain.

Untuk manufaktur yang consumer goods, terutama kebutuhan harian dan turunannya, bakal bisa pulih lebih dulu. Tetapi, untuk durable goods, seperti furnitur, barang-barang elektronik, itu bakal agak lebih lambat. Kendaraan bermotor malah lebih lambat.

Sementara sektor-sektor yang terkait dengan leisure akan mengalami pemulihan paling akhir. Hotel, restoran, hiburan, itu yang paling lambat pulihnya.

Sektor tersebut tidak akan bisa pulih seperti sebelum pandemi apabila herd immunity belum terjadi. Kalau rasio kasusnya hanya 0,9, tetap saja sektor tersebut belum pulih dengan cepat.

Jika dikaitkan dengan  PPM Mikro yang saat ini berjalan, sepertinya pun tidak akan banyak dampaknya. Sebab, semua bergantung implementasinya. Kalau hanya berganti nama saja dari PSBB ke PPKM, lalu PPKM mikro, ya tentu tidak banyak pengaruhnya.

*) MUHAMMAD FAISALDirektur eksekutif Center of Reform on Economics (CORE)

**) Disarikan dari wawancara wartawan Jawa Pos Dinda Juwita

Komentar

Berita Lainnya