oleh

Prostitusi Online Marak di Kabupaten ini

RUPIT – Cafe dan warung remang-remang dibubarkan, prositusi online mulai menjamur di Kabupaten Muratara. Sejumlah pelaku menggunakan aplikasi chat khusus, karena dianggap lebih aman dan bisa melakukan kontak komunikasi langsung dengan pelanggan.

Meski sejumlah warung remang-remang dibubarkan oleh pemerintah daerah, sejumlah pelaku prositusi saat ini masih tetap bertahan.

Yayan, warga Kecamatan Rupit, Kabupatr Muratara menuturkan, setidaknya hampir setiap malam dia melakukan komunikasi dengan sejumlah pelaku prositusi tersebut melalui aplikasi online.

“Sistemnya langsung komunikasi jika ada kode BO atu OP di profilnya. Di situ kita bisa langsung melihat profil dari si pengguna, kalau cocok langsung jemput,” kata Yayan, Jumat (6/3).

Dia juga mengungkapkan, tidak jarang si pengguna aplikasi online itu, secara terang-terangan menampilkan tarif untuk sekali kencan. Untuk pasaran, berkisar Rp600-Rp1 juta, tergantung negoasiasi dan lokasi kencan.

“Kalau yang di wilayah Muratara, lebih banyak minta dijemput dan eksekusinya di Kota Lubuklinggau atau di wilayah Sarolangun, Jambi. Tapi ada juga yang minta di kontrakannya,” ucapnya.

Yayan mengungkapkan, sebelumnya lapak prositusi di wilayah Muratara lrbih banyak di dapati di sekitar areal perusahaan. Seperti di wilayah Nibung, Rupit, dan Rawas Ilir. Namun sejak dua tahun lalu, sejumlah lokasi itu ditutup paksa oleh pihak keamanan.

“Sekarang lebih banyak lari ke online, karena lebih aman untuk menjaga privasi. Apa lagi pemainnya masih relatif remaja, mulai usia 16-28 tahun,” ujarnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya