oleh

Proteksi Diri Melalui Wudhu di Era “New Normal”

Oleh:

Rico Febriansyah

SUMEKS.CO – Masa-masa pandemi yang dijalani oleh masyarakat Indonesia sudah memasuki fase new normal. New normal merupakan langkah yang diambil oleh pemerintah dalam menstabilkan kembali ekonomi Indonesia yang sempat mati akibat virus covid-19.

Seperti yang dikatakan Presiden Jokowi bahwa kita sebagai masyarakat Indonesia harus hidup damai bersama virus covid-19. Banyak kajian yang sudah dibuat dalam mengambil langkah ini diantaranya akibat masih belumnya ditemukan vaksin dari covid-19, namun kehidupan harus tetap dijalani, ekonomidiupayakanstabil, dan gaya hidup barupun harus masyarakat jalani.

Masuknya era new normal adalah sebuah sinyal kepada masyarakat bahwa masyarakat harus menerapkan gaya hidup baru untuk hidup berdamai dengan virus covid-19, bukan tidak mungkin jika gaya hidup baru ini tidak dilakukan maka berdasarkan prediksi para pakar kesehatan, maka Indonesia akan masuk gelombang kedua dari penyebaran virus covid-19. Kebijakan new normal masih banyak menimbulkan pro dan kontra baik dikalangan akademisi, praktisi, maupun masyarakat awam.

Standar syarat negara menerapkan new normal

Berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) melalui Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom menyebutkan bahwa syarat suatu negara jika ingin membuka kembali wilayahnya yang lockdown atau melakukan new normal maka harus memperhatikan hal-hal penting antara lain, yakni negara tersebut harus dapat mengendalikan penularan, sistem kesehatan negara tersebut sudah mampu mendeteksi, mengetes, mengisolasi,dan melakukan pelacakan kontak terhadap semua kasus positif di negaranya, negara dapat meminimalisasi resiko wabah khususnya di fasilitas kesehatan dan panti jompo, dan sekolah, kantor, serta lokasi penting di negara tersebut sudah bisa dan telah menerapkan upaya pencegahan, resiko kasus impor bisa ditangani negara tersebut, dan terakhir komunitas masyarakat di negara tersebut sudah benar-benar teredukasi, terlibat, dan diperkuat untuk hidup dalam kondisi normal yang baru.

Mengacu pada standar syarat yang ditetapkan oleh WHO tersebut maka sebagian masyarakat dan para pakar kesehatan menganggap bahwa Indonesia dirasa belum mampu untuk menerapkan new normal. Namun, terlepas dari anggapan itu pemerintah sudah membulatkan tekad untuk melakukan new normal sehingga mau tidak mau masyarakat harus mengikuti kebijakan tersebut.

Berangkat dari kebijakan ini masyarakat dituntut harus melakukan gaya hidup baru agar dapat membentengi diri dari virus covid-19. Terlebih dalam era new normal ini aktivitas masyarakat kembali berjalan seperti biasanya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah jika diproyeksikan pada pola hidup Islam, maka dapat dikatakan selaras, dikarenakan Islam sebagai agama yang kaffah (menyeluruh) selalu mempunyai pesan hikmah di dalam setiap aturan hukum yang dianjurkan kepada umat-Nya.

Islam mengajarkan umatnya untuk selalu menjaga kebersihan diri sebagaimana ada pepatah Islam yang terkenal bahwa “Kebersihan adalah sebagian daripada iman”. Maka tata cara kehidupan Islam harus bersih seperti misalnya sebelum melaksanakan sholat kita diwajibkan untuk berwudhu terlebih dahulu agar terhindar dari hadas kecil. Ditambah lagi fadhillah (keutamaan) wudhu dari segi kesehatan mengandung banyak manfaat seperti mencegah berbagai macam penyakit maupun mencegah virus menempel di dalam tubuh.

Keutamaan wudhu di era new normal

Manfaat berwudhu sudah teruji secara ilmiah seperti yang dikemukan oleh Mokhtar Salem dalam bukunya “Prayers: a Sport for the Body and Soul” menjelaskan bahwa wudhu bisa mencegah kanker kulit yang disebabkan karena terpapar oleh bahan-bahan kimia yang menempel setiap hari.

Ketika berwudhu dikenal istilah istinsyaq. Istinsyaq adalah sunah dalam wudhu yaitu menghirup air ke dalam rongga hidung. Istinsyaq dalam dunia kesehatan sama halnya dengan nasal itigation yang berarti mencuci rongga hidung dari segala macam kotoran seperti debu hingga bakteri.

Oleh sebab itu jika dalam sehari kita melakukan sholatwajiblima waktu, dan setiap berwudhu kita melakukan istinsyaq sebanyak tiga kali, maka dalam sehari kita sudah membersihkan rongga hidung sebanyak lima belas kali.Sehingga rongga hidung bersih dan tentu akan terhindar dari penyakit saluran pernapasan seperti influenza hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Melihat banyaknya manfaat kesehatan dengan berwudhu maka sudah semestinya dalam kondisi pandemi covid-19 saat ini, maka rutin dalam berwudhu adalah kunci dalam menghindarkan diri dari tertularnya virus covid-19 ini dengan diiringi tetap mematuhi protokol kesehatan seperti physicaldistancingatau menjaga jarak dua meter serta menjauhi kerumunan.

Wudhu sendiri secara tersirat sudah menjadi sebuah kewajiban umat Islam setiap waktunya dalam waktu sholat sehingga wudhu menjadi efektif dalam melindungi diri dari berbagai kotoran yang menempel pada angggota badan.

Melalui kewajiban wudhu yang diperintahkan Allah SWT ini, maka hal ini dapat dijadikan sebagai alat proteksi diri agar terhindar dari virus covid-19. Melakukan wudhu dengan rutin selain memberikan kesehatan dan mencegah diri dari tertularnya virus covid-19 maka dapat mendatangkan pahala serta menjadikan diri menjadi lebih tenang dan tidak mudah marah, sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda “Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu.” (H.R Ahmad dan Abu Daud).

Rasa segar pada air dari basuhan air wudhu akan menyadarkan diri kita menjadi lebih sabar dan tidak emosi dalam menghadapi setiap masalah dan pada akhirnya akan menimbulkan ketenangan baik lahiriah maupun batiniah.

Wudhu selain memberikan dampak positif pada kesehatan kita, juga memberikan kemuliaan pada diri kita, walaupunsecara strata sosial mungkin kita dipandang lemah. Seperti halnya sahabatRasulullahyakni Bilal bin Rabbah yang meski dalam strata sosial posisinya lemah, tapi tidak demikiandimata Allah SWT.

Dimana ada satu riwayat yang membuktikan betapa Allah SWT memberikan kedudukan yang mulia disisi-Nya. Suatu hariRasulullahmemanggil Bilal untuk menghadap. Rasulullah ingin mengetahui langsung amal kebajikan apa yang menjadikan Bilal mendahului berjalan masuk surga ketimbang Rasulullah.

Setiap malam Rasulullah mendengar gemerisik langkah Bilal di depannya di dalam surga. Dengan wajah bahagia dan tersipu malu Bilal menjawab bahwa setiap kali dia berhadats, dia langsung berwudhu dan shalat sunnah dua rakaat. Inilah yang menggambarkan bahwa sungguh besarnya keutamaan dalam berwudhu.

Rasanya tidak rugi di tengah kondisi pandemi saat ini kita rutinkan wudhu kita dan amal ibadah kita yang lainnya, baik sunnah maupun wajib karena dengan itu nantinya kita akan mendapatkan banyak hal positifselain agar kita terhindar dari virus yang menempel pada anggota tubuh kita. Pada akhirnya melalui rutin wudhu di era new normal semoga kita akan mendapatkan kemuliaan baik di dunia maupun di akhirat kelak.(*)

Penulis adalah Peserta KKN dari Rumah (KKN-DR) Angkatan 73 Pandemi Covid-19 Tahun 2020, LP2M UIN Raden Fatah Palembang.

Komentar

Berita Lainnya