oleh

Protes Ancam Tumpuk Sampah di kantor Bupati

Petugas Kebersihan Pertanyakan Pengadaan baju dan peralatan

MURATARA – Puluhan petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Muratara, gelar aksi protes di kantor Bupati Muratara. Mereka mepertanyakan kejelasan pengadaan baju lapangan dan peralatan kebersihan yang tak kunjung di realisasikan.

Dengan aksi berjalan kaki, sepanjang satu kilo meter dari kantor DLHP, puluhan pasukan kuning yang mayoritas ibu ibu ini menuju ke kantor Bupati Muratara Di kecamtan Rupit, Selasa (29/12) sekitar pukul 11.30 WIB. Mereka menuntut pengadaan baju lapangan dan sejumlah peralatan kebersihan seperti sepatu boat, sapu, sekop, dan lainnya yang sudah dua tahun dijanjikan namun tak kunjung mereka dapatkan.

“Kami kesini cuma mau menanyakan kejelasan hak kami. Kami bekerja setiap hari memumut sampah tapi peralatan, baju, sepatu, sapu tidak di berikan. Kami sudah bertanya ke kepala dinas tapi jawabannya tidak ada,” kata Yeni koordinator aksi.

Mereka mendesak pemerintah daerah, atau pejabat di Pemda Muratara agar bisa menjelaskan secara langsung, mengenai pengadaan tersebut. Pasalnya, mereka sebelumnya sudah melakukan pengukuran untuk pengadaan baju lapangan dan dijanjikan peralatan kebersihan.

“Sudah dua taun kami dijanjikan terus tapi tidak pernah kami dapatkan. Jangan anggap kami sekedar PHL tapi kami diabaikan. Kami tidak di bekali masker atau topi saat kami bekerja, padahal setiap hari kami membersihkan sampah,” tuturnya.

Mereka sempat mengancam akan menghambur sampah, yang sudah mereka kumpulkan menggunakan satu unit truck pengangkut sampah di depan kantor bupati, jika permintaan mereka tidak di penuhi.

Sementara itu, kasat Pol PP Muratara Firdaus yang menemui masa mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan atasan dan menyampaikan keluhan dan tuntutan petugas kebersihan.

“Saat ini Bupati, wakil Bupati, Sekda, asisten sedang tidak ada di kantor dan belum bisa menemui secara langsung. Tapi sudah saya sampaikan mengenai masalah ini. Keluhan dan tuntutan itu akan direalisasikan tapi waktunya belum bisa di pastikan,” ungkapnya.

Firdaus juga mengimbau agar, sejumlah Buruh Harian Lepas ini tidak melakukan aksi di luar konteks dan menibulkan kerusuhan sehingga bisa tersandung masalah hukum. “Intinya kepala dinas juga masih menunggu itu, tentunya akan direalsasikan. Saya mohon untuk tetap bersabar dan silakan pulang untuk menunggu informasi selanjutnya,” timpalnya.

Puluhan petugas kebersihan itu masih memilih bertahan di kantor bupati, dan mengku akan bubar jika ada pejabat terkait yang memberikan penjelasan seara detail mengenai permasalahan mereka.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya