oleh

PROTES TONGKANG BATUBARA!

-Headline-1.189 views

Sungai Lilin – Pemandangan berbeda terjadi di perairan Sungai Dawas, Kecamatan Sungai Lilin, Muba.

Sekitar 30 nelayan yang berasal dari Teluk Kemang, Kelurahan Sungai Lilin dan Desa Pinang Banjar menggelar aksi demo.

Uniknya, demo dilakukan dengan memblokir jalur Sungai Dawas menggunakan perahu ketek.

Aksi ini sebagai bentuk protes kepada perusahaan batubara atas aktifitas di Sungai yang semakin padat. Aksi berlangsung sejak Minggu (17/3) siang.

Puluhan perahu ketek ditambatkan nelayan di tali yang terbentang mulai dari tebing Desa Pinang Banjar hingga ke Tebing Kebun Kelapo, Kelurahan Sungai Lilin.

Para nelayan kemudian memajang keluhan di setiap perahu dan kapal ketek terkait kondisi sungai dawas.

Imbasnya, tongkang batubara milik salah satu perusahaan tambang tidak bisa melintas.

“Kami terpaksa melakukan ini akibat aktivitas tongkang perusahaan membuat kegiatan kami mencari ikan terganggu,” protes Sulaiman, wakil nelayan. 

Menurutnya, kondisi ini sudah berlangsung lama. “Kami bingung mau mengadu kemana?,” cetusnya. 

Padatnya aktivitas tongkang kata dia membuat nelayan terganggu mencari ikan.

Tidak sedikit alat penangkap ikan milik nelayan  rusak akibat tongkang, Ditambah tongkang besar lewat ketika sungai surut, dan ini berdampak terhadap hasil tangkapan.

“Saat mereka lewat kami terpaksa angkat jaring, saya sendiri sudah beberapa jaring rusak gara-gara tongkang,” ujarnya. 

Mislan nelayan asal Teluk Kemang mengatakan, tahun 2015 ada perwakilan perusahaan batubara berjanji untuk memberikan perhatian kepada para nelayan.

“Tapi  entah dimana perhatian tersebut diberikan. Pastinya aktifitas kami sekarang menangkap ikan sangat terganggu dengan tingginya aktifitas di sungai,” jelasnya.

Dikatakannya, sebelum padat aktivitas tongkang, mereka masih bisa mencari ikan di Sungai dekat tempat tinggal mereka.

“Tapi sekarang ini sudah menurun banyak sekali,” ungkapnya. 

Kades Pinang Banjar Aman Mahmud menjelaskan aksi warga itu terjadi karena posisi nelayan semakin sulit.

“Kita berharap kepada perusahaan agar memberikan perhatian kepada nelayan karena semua keluhan akibat aktivitas mereka,” ujar.

Sekcam Sungai Lilin, Affendi Darojat SH MH mengungkapkan, pada rapat bersama beberapa hari lalu kepada perusahaan untuk mengatur kapal yang lewat.

“Jangan sampai bersamaan melintas karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar sungai dawas,” tutupnya. (Kur)

Komentar

Berita Lainnya