oleh

Protokol Kesehatan banyak diabaikan pada Jambore Purna Paskibraka Indonesia

Baturaja – Meski masih berstatus Zona Orange penyebaran covid – 19 dan diharuskan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Bersekala Mikro (PPKM). Namun pemerintah Provinsi Sumatra Selatan tetapbuka Jambore Purna Paskibra tingkat Provinsi di Kabupaten OKU

Yang lebih parahnya lagi, masing-masing peserta dari 11 kabupaten/Kota yang mengikuti Jambore tersebut, ditempatkan di tenda ukuran 4×4 meter persegi. dengan ketinggian kurang lebih dua meter yang di isi 10-15 orang peserta. Satu kabupaten mengirimkan 15 peserta.

Dalam kegiatan tersebut juga banyak terlihat pelanggaran protokol kesehatan, mulai dari kurangnya sarana tempat mencuci tangan dan hand sanitizer. Kemudian banyak peserta dan penonton tidak mengenakan masker serta tidak ada penerapan menjaga jarak antar peserta, penonton dan tamu undangan.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sumsel Ir S.A Supriono saat dikonfirmasi (7/6) mengatakan jika seluruh kegiatan sudah sesuai dengan arahan satgas Covid 19 dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel dan Dinas Kesehatan Kabupaten OKU.

” Kita sudah berkoordinasi dengan Dinkes Pemprov dan kabupaten OKU, mulai dari jalannya pelaksanaan pembukaan hingga tempat tinggal para peserta semua mengikuti arahan dari Dinas Kesehatan. Intinya kita tidak melaksanakan ini jika tidak direkomendasikan oleh tim satgas Covid 19,” katanya

Supriono menambahkan pelaksanaan Jambore PPI ini juga sudah mengikuti aturan satgas covid-19.Dimana Setiap peserta harus rapid antingen terlebih dahulu di kabupaten mereka masing-masing untuk kemudian baru bisa lokasi Jambore jika dinyatakan negatif covid-19.
” Standar protokol kesehatan covid-19 tetap kita kedepankan,” jelasnya.
Kegiatan jambore Purna Paskibraka Indonesia ini pertama kali di gelar di Sumatera Selatan. Dan kegiatan ini akan di tutup pada Kamis (10/6) mendatang. (Ar)

Komentar

Berita Lainnya