oleh

Prototipe Kegiatan Mahasiswa, CLCC ALSA LC Unsri Diapresiasi Pemprov Sumsel

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Universitas Sriwijaya tetap melangsungkan perkuliahan secara online atas pertimbangan persebaran pandemi COVID-19. Ternyata kebijakan tersebut, tidak membuat mahasiswa surut untuk melakukan riset ke ilmuan dilapangan, melalui kegiatan keorganisasian mahasiswa.

Asa tersebut terwujud dalam bentuk kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi badan otonom, Asian Law Student Association Local Chapter Universitas Sriwijaya (ALSA LC Unsri).
Bertajuk “ALSA Care dan Legal Coaching Clinic 2020 (CLCC)” mereka melakukan kajian menggenai Perlindungan Hak Anak dalam Pengembangan Diri dari Aspek Pendidikan, melibatkan akademisi pendidikan dan pemerhati anak usia dini nasional.

Antara lain, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Dr Seto Mulyadi SPsi MSi, Direktorat PAUD Ditjen PAUD Dikdas dan Dikmen Kemendikbud RI, Dra Lestari Koesumawardani Mhum, Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas 1 Kota Palembang, Tri Wahyudi BcIp SH, Lembaga Pendidikan Kepribadian Carissa, Sri Rahayu Suroso, Dosen Fakultas Hukum Unsri, Dr Hj Nashriana SH Mhum dan Dosen Fakultas Kedokteran Unsri, Sayang Ajeng Mardiyah SPsi MSi.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi pentingnya pendidikan pada anak usia dini, membangkitkan semangat belajar anak dan sekaligus menginventarisir permasalahan yang ada disana, dalam bidang pendidikan,” kata Director ALSA LC Unsri, Fadlan Taufiqurrahman, saat dibincangi SUMEKS.CO usai pemaparan hasil kegiatan kepada Pemprov Sumsel, di Kantor Gubernur. Jumat (22/1/2021).

Fadlan menyampaikan, kegiatan itu mereka selengarakan di SDN 7 Desa Gelebak Dalam, Kec Rambutan, Kab Banyuasin, Desember 2020 lalu, berlangsung secara online dan offline dengan protokol kesehatan. Yang mana hasilnya, mereka mendapati bahwa anak-anak disana sangat haus dengan ilmu pengetahuan formal dan ilmu terapan seperti kesenian.

“Bukan sekedar pemaparan dari akademisi, kami juga menggelar workshop membatik pakaian tie-dye, melakukan pembagian masker disana. Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan kami ini. Berikut kamipun sama, sebab Laboratorium kami adalah masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Namun memang, sambung Fadlan, mayoritas dari anak -anak Desa Gelebak keluarganya mengalami paceklik perekonomian dampak dari COVID-19. Hal tersebut satu dari lima hasil riset mereka, yang tertuang dalam polecy paper, yang disampaikan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov Sumsel).

“Ada hal yang harus diperhatikan dari kondisi anak di Desa Gelebak Dalam, Banyuasin. Kami berikan rekomendasi ke Pemerintah Provinsi untuk membuat renstra (rencana strategis). Sekaligus juga kami sampaikan ke pemerintah, bahwa kalangan mahasiswa butuh dukungan agar dapat produktif lagi memproduksi kegiatan-kegiatan berwawasan lingkungan, berbasis riset dan mengembangkan keilmuan yang diberikan dosen secara langsung. Yakin mahasiswa bisa produktif lagi,” ucap mahasiswa Hukum Internasional, Fakuktas Hukum Unsri ini.

Lantas, inisiatif mereka telah mematahkan fenomena kevakuman kegiatan organisasi yang sedang terjadi di lingkungan kehidupan kampus saat ini. Dan untuk itu mereka mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel.

“Gubernur dalam hal ini diwakilkan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemprov Sumsel, Dr H Rosidin Hasan MPdi, mengatakan pihaknya betul-betul mengapresiasi kegiatan kami ini. Sebab belum banyak mahasiswa yang melakukan kegiatan berbasis riset dilapangan selama masa pandemi COVID-19 ini. Mereka berjanji akan segera merealisasikan apa yang kami sampaikan ke mereka,” pungkasnya. (Bim)

Komentar

Berita Lainnya