oleh

Proyek Asal-asalan, Bupati ini Minta Warga Setop

SUMEKS.CO, RUPIT – Warga Dusun III, Desa Beringin Sakti, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel, mengeluhkan kondisi jembatan penghubung. Pasalnya, setelah direnovasi kurang dari 1 tahun, akses penghubung Dusun III-Dusun II, sepanjang 800 meter itu tidak nyaman dan bergelombang.

Dedi, warga Desa Beringin Sakti menuturkan, warga di desa mereka sangat mengandalkan jembatan penghubung antardesa itu untuk menuju wilayah ibu kota Kabupaten Muratara. Sejak satu tahun terakhir jembatan itu direnovasi menggunakan APBD. Namun bukannya nyaman, warga justru mengeluh pasca jembatan itu diperbaiki.

“Sebelum diperbaiki tadinya jembatanya lurus tapi setelah direnovasi, malah jembatannya bergelombang dan dibuat asal asalan. Kami warga yang menggunakan akses jalan tentunya tidak nyaman dan protes,” ucapnya.

Warga mengaku sudah meminta pemkab untuk membuat jalan dan jembatan baru yang bisa menghubungkan Kecamatan Rawas Ilir dan ibu kota Kabupaten Muratara. Sudah ada akses perintis dengan galian tanah sepanjang 1 km, berupa tanah galian dengan lebar 10 meter yang belum selesai dibangun.

Rencananya pemkab bakal membangun jembatan alternatif yang bisa dilalui kendaraan roda empat. Namun sejumlah peralatan dan material bangunan itu dalam stu minggu terakhir, hanyut diterjang banjir. Sehingga membuat pembangunan akses alternatif itu putus sepanjang 30-40 meter. Kondisi itu membuat pembangunan sempat terhenti.

“Itu karena bencana alam, tidak bisa ditahan. Semua material, alat-alat, dan tanah hanyut. Mungkin 30-40 meter dari pangkal yang rencannya di buat jembatan,” timpalnya.

Sementara itu, Kepala Desa Beringin Sakti Chunghuang saat dikonfirmasi mengenai informasi adanya jembatan amblas dan hanyut di desa mereka menuturkan, saat ini kondisi jembatan yang lama masih bisa dilintasi warga.

“Memang aksesnya cuma bisa dilintasi dua kendaraan bermotor. Tapi tidak ada jembatan yang diinformasikan hanyut atau amblas,” ujarnya.

Bupati Muratara H Devi Suhartoni membenarkan adanya keluhan masyarakat terkait kurang nyamannya warga melintasi jembatan di Dusun III dan II, di Desa Beringin Sakti, Kecamatan Rawas Ilir.

Dia mengaku sudah mendapat laoran mengenai adanya kondisi jembatan belum jadi yang longsor akibat diterjang banjir. “Kita sudah cek, memang ada kejadian itu, ” katanya.

Dia juga meminta masyarakat bisa mengawasi pengerjaan pembangunan yang dilakukan pemerintah. Jika pembangunn dianggap tidak sesuai, warga diperkenankan menyetop pengerjaan itu.

“Saya tegaskan akan mengontrol seluruh pembangunan di Muratara. Tidak boleh asal bangun, tapi harus berkwalitas. Warga boleh setop pembangunan kalau tidak sesuai dan laporkan ke pemerintah. Tentunya laporan warga harus rasional kenapa disetop,” tutupnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya