oleh

Proyek Bersama USAID, RSM Palembang Kebagian Bantuan Covid-19

SUMEKS.CO – Ratusan ribu dolar dikucurkan USAID, untuk membantu penanganan Covid 19 di Indonesia. Dengan waktu setengah tahun program baru itu diharapkan dapat memutus rantai virus.

Upaya yang dilakukan pimpinan pusat Muhammadiyah. Dengan didukung oleh Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes).

Secara resmi mengumumkan peluncuran program baru itu“Mentari Covid-19”. Yang akan dilaksanakan selama 6 (enam) bulan, dengan dana 700 ribu dollar bagi penanganan Covid-19 di Indonesia.

Program ini akan diimplementasikan di 30 Rumah Sakit Muhammadiyah/Aisyiyah (RSMA).

Yang tersebar di tujuh provinsi, yakni: DKI Jakarta-Jawa Tengah-Jawa Timur, Yogyakarta-Kalimantan Tengah-Sumatera Selatan, dan Lampung.

Melalui Mentari Covid-19, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah dan USAID. Akan meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan terkait COVID-19.

Untuk 30 RSMA yang terlibat dalam proyek bersama ini. Agar terstandarkan sesuai dengan pedoman nasional dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Bantuan dana program tersebut. Akan segera digunakan untuk menyediakan sarana fasilitas penunjang kesehatan bagi pasien COVID-19.

Serta, meningkatkan kapabilitas manajerial RS, meningkatkan kualitas pengetahuan dan keterampilan klinis, dalam hal, perawatan pasien COVID-19.

Dan juga untuk menguatkan jejaring RSMA dalam pengelolaan kasus COVID-19.

Adanya Perkembangan kasus wabah COVID-19 yang terus meningkat di Indonesia.

Membuat Muhammadiyah tidak bisa tinggal diam. Sebagai organisasi Islam, Muhammadiyah menganggap
bahwa: pandemi ini adalah tanggung jawab semua pemangku kepentingan.
Dan bukan hanya
pemerintah.

Dengan lebih dari 437 fasilitas kesehatan yang dimiliki di seluruh Indonesia,

Muhammadiyah terpanggil untuk turut mengurangi morbiditas dan mortalitas akibat pandemi covid-19 ini.

Ketua PP Muhammadiyah bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, dr. H. Agus Taufiqurrohman, menyampaikan, pada awalnya Muhammadiyah telah menyiapkan 20 Rumah Sakit. Yang
tersebar di seluruh Indonesia, sebagai respons terhadap COVID-19.

“Hingga kini”
“Ada 79 Rumah
Sakit Muhammadiyah,”

“Yang telah menangani lebih dari 6.624 kasus suspek COVID-19.”ungkapnya dalam Konferensi Kick-off Mentari Covid-19,Rabu kemarin, (5/8). Yang disiarkan secara live online dari Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta dan Yogyakarta.

Sementara itu, Direktur USAID Indonesia Ryan Washburn mengatakan, ketika krisis kesehatan global terjadi.

Amerika merespons dengan bantuan pada waktu yang tepat dan ahli.

Pemerintah Amerika
Serikat, melalui USAID, gembira dapat menjadi bagian dari upaya bersama. Yang memaksimalkan
kolaborasi di antara semua pemangku kepentingan.Termasuk, penyedia layanan kesehatan
swasta.

Elemen baru dari kemitraan berkelanjutan. Antara kami dengan Muhammadiyah.

“Senilai $700.000,”
“Atau lebih dari 10,2 miliar rupiah,”paparnya

Akan secara langsung membantu, pusat perawatan COVID-19 Muhammadiyah di 30 rumah sakit. Untuk memberikan perawatan yang lebih baik di seluruh Indonesia.

Ditambahkan, Ketua MPKU PP Muhammadiyah, Drs. Agus Samsudin, MM, sebagai penanggung jawab program Mentari Covid-19.

Sangat menyambut baik dukungan dari pihak USAID ini. Karena pemerintah dan organisasi non-pemerintah perlu bekerja secara kolaboratif. Untuk menghentikan rantai penyebaran, dan mengelola kasus Covid-19 dengan benar.

Sejak awal masa pandemi, Muhammadiyah telah aktif terlibat dalam memerangi covid-19. Dengan mendirikan Pusat Komando Muhammadiyah COVID-19 (MCCC).

Untuk mempercepat respons terhadap COVID-19. Serta bekerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah. Dan melengkapi upaya pemerintah dalam memerangi COVID-19.

Maka itu, adanya program Mentari covid-19 ini. Diharapkan agar beban kerja pada sistem pelayanan kesehatan.

Akibat pandemic COVID-19 di Indonesia dapat teratasi dengan lebih baik. Khususnya pada wilayah yang terlibat dalam proyek bersama ini.

Direktur RS Muhammadiyah Palembang, Dr.Pangestu Widodo.,MARS. Mewakili warga Muhammadiyah dan RS Muhammadiyah Palembang. Sangat mendukung dan menyambut baik, kerjasama Program Mentari Covid-19 ini.

Karena, RS tidak bisa bekerja sendirian, sementara kasus covid-19 masih terus ada. Sehingga RS memerlukan support dari berbagai pihak. Untuk terus meningkatkan standar dan perbaikan pelayanan.

“Yang akan,”
“Sangat bermanfaat,”
“bagi pasien dan masyarakat Palembang secara umum.” tutupnya. (bun)

Berikut Data Rumah Sakit yang turut dalam program:Jawa Timur Yogyakarta
1. RS Aisyiyah Ponorogo 23. RS PKU Muhammadiyah Gamping
2. RS PKU Muhammadiyah Lamongan 24. RS PKU Muhammadiyah Bantul
3. RS Siti Khotijah Sepanjang Sidoarjo 25. RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
4. RS Universitas Muhammadiyah Malang
5. RS Aisyiyah Madiun DKI Jakarta
6. RS Ahmad Dahlan Kediri 26. RS Cempaka Putih
7. RS Aisyiyah Malang 27. RS Pondok Kopi
8. RS Aisyiyah Bojonegoro
9. RS Islam Fatimah Banyuwangi
10.RS Aisyiyah Sekapuk Gresik
11. RS Muhammadiyah Surabaya
Jawa Tengah Sumatera Selatan
12. RS PKU Muhammadiyah Pati

13. RS Aisyiyah Kudus
14. RS Aisyiyah Muntilan Lampung
15. RS PKU Muhammadiyah Mayong
16. RS PKU Muhammadiyah Temanggung
17. RS PKU Muhammadiyah Kendal
18. RS PKU Muhammadiyah Sruweng Kebumen
19. RS PKU Muhammadiyah Gombong Kebumen
20. RS PKU Muhammadiyah Roemani Semarang
21. RS PKU Muhammadiyah Surakarta
22. RS PKU Muhammadiyah Wonosobo

23. RS PKU Muhammadiyah Gamping

24. RS PKU Muhammadiyah Bantul

25. RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta

26. RS Cempaka Putih
27. RS Pondok Kopi Kalimantan Tengah
28. RS PKU Muhammadiyah Palangkaraya

29. RS Muhammadiyah Palembang

30. RS PKU Muhammadiyah Metro

 

Komentar

Berita Lainnya