oleh

Proyek Lokal SMPN 5 Dilaporkan ke Kejari

MUARA ENIM – Ketua Komite SMP Negeri 5, Desa Gemawang, Kecamatan Rambang Niru, Muara Enim, Muslim, telah melaporkan proyek pembangunan ruang kelas gedung sekolah SMPN 5 ke Kejaksaan Negeri Muara Enim, Senin (3/3).

Soalnya proyek yang dikerjakan CV YK Delapan Belas dianggarkan menggunakan dana APBD tahun 2019  sebesar Rp199.854.000 penuh dengan gejanggalan dan terindikasi  korupsi. Menurut Muslim, kejanggalan yang terjadi,  pekerjaan belum selesai pada Januari 2020, padahal proyek tersebut menggunakan anggaran APBD tahun 2019.

Kemudian kayu kusen pintu, jendela yang digunakan kayu kelas III mudah rapuh. Pekerjaan beton, behel, besi yang digunakan  untuk pondasi, cor pondasi, tiang, menggunakan besi behel 8 mm yang seharusnya 10 mm.

Selanjutnya,  rangka baja atap yang digunakan diduga tidak sesuai SOP. Cor lantai  keramik sudah mulai pada terkelupas. “Permasalahan ini sebenarnya sudah saya laporan ke Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim pada 31 Januari 2020 lalu, namun sampai sekarang tidak ada respon, makanya saya laporkan ke Kejaksaan agar dirposes hukum. Saya meminta penyidik Kejaksaan supaya benar benar serius menindak lanjuti pengaduan ini,” tegas Muslim.

Sementara itu, di tempat terpisah Kepala Kejaksaan Negeri Muara Enim, Mernawati SH melalui Kasi Intel, Yulius, ketika dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan tersebut. “Belum sampai ke saya laporan itu, mungkin masih di Pidsus, nanti saya cek lagi ya laporannya,” jelas Yulius yang berhasil dihubungi melalui ponselnya, Jumat (6/3).

Ditempat terpisah, salah seorang pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim, Azhari yang berhasil dikonfirmasi mengaku bahwa pekerjaan proyek tersebut bukan dia yang menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). “Untuk proyek itu bukan saya PPK-nya tetapi pak Zaibin, silakan tanyakan ke pak Zaibin,” jelas Azhari yang berhasil dijumpai di ruang kerjanya, Jumat (6/3). (ozi)

Komentar

Berita Lainnya