oleh

PSBB Palembang Segera Diajukan

PALEMBANG – Rencana Pemerintah Kota Palembang yang akan menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam memutus mata rantai pandemi virus COVID-19 di akhir April, belum terlaksana. Penyebabnya karena dua kecamatan di Palembang masih status aman, belum terdapat kasus corona.

Padahal, Pemkot Palembang sendiri sudah mendirikan posko check point di setiap perbatasan darat dan air serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat dari jauh hari.

Salah satu posko check point yang didirikan pemkot adalah di pintu keluar terminal Km 13 yang merupakan perbatasan wilayah Palembang dengan Kabupaten Banyuasin. Di posko ini, petugas sudah berjaga sejak pekan keempat April. Kendaraan roda empat dari arah Banyuasin yang semula bisa melintas langsung menuju Jl Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, harus mengikuti Jl Gubernur Muhammad Ali Amin menuju kawasan Jl Soekarno- Hatta Lampu Merah Giant.

Pantauan SUMEKS.CO, Jumat (1/5), petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Dishub, Dinkes, dan Satuan Pol PP berjaga di posko check point Km 13. Dua tenda terpasang yang menjadi tempat petugas berjaga selama 24 jam. Satu tenda jenis barak yang dilengkapi AC dipasang untuk istirahat petugas. Mobil toilet juga standby di lokasi.

Tedi, salah satu warga mengapresiasi tindakan Pemkot Palembang yang akan menerapkan PSBB untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19. Namun hal itu belum terlaksana karena terbentur syarat seperti yang diatur Menteri Kesehatan. Mudah-mudahan kasus COVID-19 di Palembang khususnya dan Indonesia umumnya cepat hilang, sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti sedia kala.

“Kita jangan senang dengan PSBB,” kata Tedi.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa menyatakan bahwa masalah PSBB sudah dibahas oleh pemkot dan segera diajukan.

“Izin penerapan PSBB segera kita ajukan ke Menkes,” ujar Ratu Dewa saat dihubungi SUMEKS.CO via WhatsApp, Jumat (1/5). (dom)

Komentar

Berita Lainnya