oleh

PT DSSP Power Sumsel Serahkan 52 Ha Areal DAS di OKU Yang Telah Direhabilitasi

JAKARTAPT DSSP Power Sumsel (DSSP) menyerahkan 52 hektar kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS). Di hutan lindung Bukit Nanti, Kecamatan Hulu Ogan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Yang telah direhabilitasi. Penyerahan areal rehabilitasi DAS dilakukan oleh Bapak Otto, selaku Direktur DSSP – pemegang Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH). Kepada Bapak Ida Bagus Putera Parthama, Direktur Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pada hari Selasa (30/04) di kantor Direktorat Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung (PDASHL) Jakarta.

Kegiatan rehabilitasi ini dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia No SK.831/Menlhk-PDASHL/KTA/DAS.1/2/2016. Tentang Penetapan Lokasi Penanaman dalam rangka Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai atas nama DSSP tertanggal 25 Februari 2016. Dan telah dinyatakan berhasil berdasarkan berita acara hasil penilaian keberhasilan penanaman oleh tim terpadu. Yang ditunjuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tanggal 7 Februari 2019, dengan rata-rata 720 tanaman per hektar.

Penanaman dalam rangka rehabilitasi DAS merupakan kewajiban bagi perusahaan. Yang melakukan kegiatan dalam kawasan hutan melalui skema pinjam pakai kawasan hutan. Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor P.27/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2018 tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan.

Bapak Otto menyampaikan bahwa penyerahan areal tersebut merupakan pemenuhan kewajiban DSSP sebagai penerima IPPKH. Sekaligus realisasi komitmen tanggung jawab sosial DSSP kepada lingkungan. Dengan memberdayakan 31 orang anggota Kelompok Tani “Bukit Nanti”. Rehabilitasi DAS ini diharapkan akan dapat memberikan kontribusi positif untuk perbaikan lingkungan.

Direktur PT DSSP Power Sumsel, Bapak Otto (ketiga dari kanan), menyerahkan areal rehabilitasi DAS yang telah dinyatakan berhasil seluas 52 Ha di areal hutan lindung Bukit Nanti, Kecamatan Hulu Ogan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, kepada Direktur Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bapak Ida Bagus Putera Parthama, pada Selasa (30/04).
Foto:ist

Sementara itu Dirjen PDASHL Bapak Ida Bagus Putera Parthama menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Kepada PT DSSP Power Sumsel yang telah menyelesaikan kewajibannya dalam penanaman rehabilitasi DAS. Upaya pemulihan hutan melalui program RHL (Rehabilitasi Hutan Lindung) menjadi salah satu program prioritas negara yang harus berhasil.

“Saya berharap agar realisasi rehabilitasi DAS tahun ini dapat ditingkatkan. Sinergi seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan. Untuk mendorong percepatan pelaksanaan rehabilitasi DAS di wilayah kerjanya masing-masing” tuturnya.

PT DSSP Power Sumsel adalah perusahaan IPP PLTU berkapasitas 2 x 150 MW. Yang merupakan anak perusahaan tidak langsung dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Salahsatu perusahaan Sinarmas yang berfokus pada bisnis energi dan infrastruktur. Pembangkit tenaga listrik mulut tambang yang dibangun dengan nilai investasi sekitar USD 420 juta ini. Telah memulai kegiatan operasi komersialnya untuk membantu memperkuat sistem kelistrikan Sumatera Selatan pada bulan Desember 2016.

Proyek IPP PLTU Sumsel-5 merupakan salah satu dari 3 proyek IPP PLTU milik DSSA. Selain IPP PLTU Sumsel-5, DSSA memiliki 2 proyek IPP PLTU lain. Yaitu IPP PLTU Kendari-3 berkapasitas 2 x 50 MW di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Dan IPP PLTU Kalteng-1 berkapasitas 2 x 100 MW di Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Kedua IPP PLTU tersebut saat ini masih tahap penyelesaian pembangunan.

Selain itu, DSSA juga memiliki 4 captive power plant yang terletak di Serang, Tangerang dan Karawang. (adv/kur/ndy)

Komentar

Berita Lainnya