oleh

PU BMTR Sumsel akan Bangun Jembatan Darurat

Sumeks.co Baturaja – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang ( PU BMTR) Provinsi Sumatera Selatan, Dharma Budi meninjau langsung jembatan air aman desa Lubuk Batang Lama Kecamatan Lubuk Batang yang putus pada Sabtu (24/10/2020).

Dharma Budi mengecek secara keseluruhan kondisi jembatan peninggalan Belanda yang menghubungkan Kabupaten OKU dan Ogan Ilir serta beberapa Kecamatan di Kabupaten OKU.

Pihak PU BMTR menyebutkan ambruknya jembatan tersebut disebabkan oleh faktor usia jembatan yang sudah tua dan tonase kendaraan yang melintas melebihi kapasitas jembatan. Kondisi tersebut juga diperparah dengan galian pipa jaringan gas yang berada dekat dengan tiang jembatan.

“Faktor utamanya usia, memang jembatan ini sudah tua. Kemudian tonase  kendaraan yang melintas melebihi kapasitas jembatan, kalau galian itu sebenarnya ikut memperparah,” Ujar Indra Kepala UPTD PU BMTR Sumsel.

Untuk memudahkan akses warga, Dinas PU BMTR Sumsel akan membangun jembatan darurat (jembatan bealey) hingga perbaikan jembatan utama selesai. Jembatan tersebut segera dibangun agar mobilitas warga bisa kembali normal.

“Kita turunkan Tim, nanti akan kita bangun jembatan darurat agar mobilisasi masyarakat tidak terganggu. Kita upayakan segera diperbaiki,” Kata Indra.

Sebelumnya Jembatan Air Aman yang berada di desa Lubuk Batang Lama Kecamatan Lubuk Batang yang menghubungkan kabupaten OKU dan Kabupaten Ogan Ilir (OI) Jum’at malam (23/10)ambruk.

Ambruknya jembatan tersebut di duga lantaran Pondasi jembatan yang tergerus sehingga menyebabkan tanah yang ada di bawah jalan tersebut ambles sepanjang lebih kurang 2 meter.

Sejumlah warga bahkan menyebut ambruk nya jembatan yang menghubungkan desa lubuk batang lama dan desa belatung tersebut ada kaitannya dengan galian pipa jaringan gas yang saat ini masih dalam proses pengerjaan. Sebab menurut warga galian yang cukup dalam itu membuat pondasi jembatan bergeser.

“Galian ini memang sudah di timbun, Namun kondisi tanahnya masih labil. dan bisa di lihat bahwa pondasi jembatan ini turun persis di sisi galian pipa gas ini. ” Ucap warga.

Sementara itu, Kades Lubuk Batang Lama Jusimani mengungkapkan ambruknya jembatan di sinyalir lantaran usia jembatan yang memang sudah tua. Dua hari sebelum ambruk Aspal yang berada di sambungan jembatan yang memiliki panjang sekitar 40 meter dan ketinggian 10 meter itu memang sudah turun dan terlihat retak. Namun begitu, masih bisa di lalui kendaraan, termasuk kendaraan truk dan sejenisnya.

“Kalau kemarin belum ambruk. masih bisa di lewati. nah, tadi malam ambruknya dan terputus untungnya ambruk nya jembatan ini di ketahui warga sehingga tak memakan korban,” ujarnya.

Saat ini lanjutnya, kondisi jembatan tak bisa lagi di lalui oleh kendaraan roda 4. sebab, aspal nya sudah benar – benar ambles sepanjang 2 meter. bantalan jembatan serta pondasi nya sudha turun dan bahkan 3 tiang penyangga jembatan sudha patah.

“Untuk kendaraan roda 2 masih bisa, karena di lobang aspal yang ambles itu sudah di bentangkan papan 2 keping untuk kendaraan roda 2 lewat,” lanjutnya.

Untuk sementara waktu tambah kades, untuk kendaraan mobil kecil yang ingin ke daerah kecamatan peninjauan atau sebaliknya bisa melewati jalan lingkar desa yang tembus ke desa kurup.  Untuk kendaraan jenis truk atau yang lebih besar, akan di arahkan melalui jalan desa kepayang yang tembus ke Batumarta.

“Jalan desa itu dari hanya bisa di lalui kendraan kecil. kalau kendaraan besar, silahkan lewat desa kepayang saja. dan mengenai jembatan ini, kita sudah samapaikan kepada dinas PU Propinsi. nantinya apakah akan di rehab saja atau akan di ganti itu kita belum tahu,” Pungkasnya. (Ar)

Komentar

Berita Lainnya