oleh

Puluhan Anak Jadi Korban Kejahatan Seksual

MUARA ENIM – Kasus kekerasan menimpah anak-anak yang terjadi diwilayah Kabupaten Muara Enim masih tinggi. Sepanjang tahun ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Muara Enim mencatatkan ada sebanyak 68 anak jadi korban kekerasan.

Menurut Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muara Enim, dr Yan Riyadi Mars, kasus kekerasan terhadap anak-anak di Kabupaten Muara Enim didominasi tindak kejahatan seksual. Bahkan Yan mengungkap, angka kasus kejahatan seksual pada anak di Bumi Serasan Sekundang mencapai 33 persen dari total kasus.

“Hasil rekapitulasi kasus anak dari umur 0 sampai 18 tahun di tahun ini totalnya ada 68 kasus, dimana sebanyak 33 persen adalah kejahatan seksual,”ungkapnya saat membuka Kegiatan Pelatihan Pola Asuh Anak Dan Remaja Untuk Tenaga Penyuluh di Kabupaten Muara Enim Tahun 2020, di Hotel Griya Serasan, Selasa (30/11).

Secara rinci Yan memaparkan, ditahun 2020 terdapat 10 anak jadi korban pelecehan seksual. Lalu 13 anak lainnya jadi korban kasus persetubuhan. “Kemudian 2 anak jadi korban pemerkosaan, 11 kasus pencabulan dan 1 kasus penyimpangan prilaku seksual,”ujarnya.

Selain itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Muara Enim juga merekapitulasi data kasus perempuan umur 19 tahun keatas. Dalam laporannya sepanjang tahun 2020, sebanyak 37 perempuan usia 19 keatas di Kabupaten Muara Enim alami kekerasan. “Kasus kekerasan didominasi KDRT dengan 11 kasus dan 14 kasus kekerasan fisik atau penganiaayn dan perkelahian,”ungkapnya.

Untuk itu, Yan berharap tingginya angka kasus menimpah anak-anak dan perempuan di Kabupaten Muara Enim dapat menurun. Dirinya berharap kegiatan Pelatihan Pola Asuh Anak Dan Remaja Untuk Tenaga Penyuluh yang diikuti Kader PKK dari 30 Desa/Kelurahan dapat bermanfaat untuk memberikan pemahaman kepada orang tua khususnya kepada tenaga penyuluh terkait dengan pola pengasuhan anak dan remaja yang baik dalam keluarga.

“Sekaligus memberikan masukan untuk membimbing anak-anak dengan penuh kasih sayang dalam keluarga masing-masing. Pola asuh yang baik berperan penting dalam mempengaruhi tumbuh kembang anak pada aspek perilaku sehingga anak juga akan terbiasa dengan pola makan yang sehat sehingga dapat terhindar dari stunting,” ujarnya.

Lebih lanjut Yan menyampaikan, bahwa Kegiatan Pelatihan Pola Asuh Anak dan Remaja untuk Tenaga Penyuluh bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada tenaga penyuluh desa di Lokus Stunting tentang panduan pola asuh anak dan remaja untuk menciptakan generasi muda yang cerdas, hebat, maju dan berkualitas.

“Serta berkepribadian kuat, tidak mudah putus asa dan bertanggung jawab. Dengan demikian pola asuh anak yang baik menjadi kunci utama pencegahan stunting sejak dini,”pungkasnya.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya