oleh

Puluhan Massa “Geruduk” Kantor Kejaksaan

PRABUMULIH – Puluhan massa yang mengatasnamakan dirinya sebagai Aspirasi Masyarakat Prabumulih (AMP) mendatangi kantor kejaksaan Negeri (Kejari) kota Prabumulih, hari ini (1/3). Kedatangan mereka, tak lain untuk mempertanyakan perkembangan kasus penyelidikan dugaan korupsi di PDAM Tirta Prabujaya. Yang saat ini tengah ditangani Kejaksaan Negeri Prabumulih.

Salah-seorang perwakilan pendemo, Aprianto menegaskan ada empat point yang menjadi tuntutan pihaknya. “Kami mendesak BPKP agar segera menyelesaikan audit keuangan atas dugaan korupsi tersebut. Mengusut tuntas kasus ini. Segera menetapkan tersangka siapapun jika alat bukti sudah terpenuhi. Dan menelusuri segala bentuk indikasi korupsi di lingkungan PDAM,” tegasnya.

Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa pihaknya sangat mengharapkan pihak Kejaksaan secepatnya mengusut kasus ini. “Jangan terkesan terhambat dan tidak berjalan alias berjalan ditempat,” tambahnya.

“Kami menyampaikan adanya dugaan korupsi di tubuh PDAM. Ada dua kegiatan yakni dugaan korupsi SPPD (surat perintah perjalanan dinas). Dan penjualan air bersih menggunakan tanki. “Kami meminta ketegasan dari pihak Kejari,” tegasnya.

Menurut pandangan kami, sambungnya. Dalam jangka waktu terhitung hampir 5 bulan lebih. “Menurut kami ada apa kok seperti belum ada tindak lanjut dari Kejari. Jangan sampai terkesan kasus ini mangkrak. Semoga dengan tuntutan kami mendesak Kajari agar segera menuntaskan kasus. Dan kami siap mendukung penuh,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Prabumulih, Budi A Harahab yang menerima perwakilan pendemo menegaskan. Terkait permasalahan yang ada di PDAM memang belum ada informasi yang tersampaikan. Namun karena masih penyelidikan ada SOP (Standar Operasional Prosedur) yang tidak disampaikan.

“Yang pasti dan saya bantah. Perkara ini tidak ada yang mangkrak dan terus berjalan,” imbuhnya.

Bahkan, kata dia. Akhir Januari tadi pihaknya juga sudah memutuskan meminta bantuan dari Badan Perwakilan Pemeriksa Keuangan (BPKP) Sumsel. “Jadi sekarang untuk perkara ini kita minta audit investigasi kepada BPKP Sumsel. Dan Senin nanti pun ada action antara kita dan BPKP terkait perkara ini,” terangnya. Seraya menegaskan jadi informasi itulah yang belum tersampaikan seolah mangkrak dan jalan ditempat.

“Kita masih penyelidikan, nanti seandainya perkara ini naik ke tahap penyidikan baru di ekspos,” sebutnya. (chy)

 

Komentar

Berita Lainnya