oleh

Puluhan Rumah Terendam Banjir

EMPAT LAWANG – Hujan deras sejak pagi hingga siang, Jumat (7/2) di wilayah Kabupaten Empat Lawang menyebabkan beberapa titik wilayah terendam banjir. Puluhan rumah terendam. Antara lain di RW 3, Kelurahan Kelumpang Jaya, Prumnas Cross, Prumahan Simpang Sekip, Lorong Sawah, Pasar Musi dan Tanjung Beringin, Kecamatan Tebing Tinggi.

Selain itu ada kejadian tanah longsor dan menimpa dinding rumah di Kelurahan Jayaloka RT 2 atas nama Sugih. Kepala BPBD Empat Lawang, Kuswinarto mengatakan, petugas sudah terjun ke lapangan yang berdampak banjir maupun longsor. “Petugas masih di lapangan dan mendata wilayah yang banjir dan longsor,” katanya.

Dijelaskan Win, saat ini masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah di Sumsel, termasuk Kabupaten Empat Lawang.

“Dihimbau warga untuk tetap waspada terutama daerah yang rawan banjir seperti di Desa Baturaja Baru, Desa Baturaja Lama sampai Desa Sugiwaras,” katanya.

Tanah longsor menimpa dinding rumah Sugih di Jayaloka. Foto : Hendro/Sumeks.co

Ketua RT 1 RW 3 Kelurahan Kelumpang Jaya Tebing Tinggi, Marianto mengatakan, diwilayahnya ada sekitar 6 unit rumah kebanjiran. Banjir terjadi dengan kedalaman sekitar 30 hingga 40 cm, karena terjadi hujan yang cukup deras dan kecilnya draenase di wilyah hilir ke arah SD Negeri 9 Tebing Tinggi, menambah parah keadaan.

“Pemukiman terus bertambah, namun tidak dibarengi dengan peningkatan penggelolaan saluran pembuangan air limbah, itu salah satu penyebabnya,” terang Marianto.

Saluran draenase yang sekarang sebut dia, sudah tidak bisa lagi menampung debit air yang cukup besar saat hujan terjadi. Disamping itu, draenase juga sudah cukup tua karena dibangun sudah cukup lama.

“Solusinya, draenase diperlebar lagi, agar dapat menampung debit air yang cukup besar saat hujan deras mengguyur seperti saat ini,” ucapnya.

Kesadaran masyarakat juga, lanjut dia, juga diperlukan agar tidak terjadi banjir. Seperti tidak membuang sampah ke gorong-gorong atau saluran draenase yang ada.

“Juga harapan saya, ada rasa tepo seliro diharapkan kepada warga yang tidak terkena banjir, untuk membantu warga lain yang terendam banjir, agar aliran air menjadi lancar dan banjir cepat surut,” tukasnya. (eno)

Komentar

Berita Lainnya