oleh

Puluhan Warga Datangi Lahan BKSDA

LAHAT – Puluhan warga kembali mendatangi pusat Pelatihan Gajah BKSDA Wilayah II, Lahat, Desa Padang, Kecamatan Merapi Selatan, Rabu (26/12). Warga yang didominasi ibu- ibu dan orang tua menebas pohon dan semak belukar untuk berkebun.

Masyarakat mengklaim bahwa lahan sekitar 170 hektare di kawasan pelatihan gajah tersebut, milik warga Desa Padang, Merapi Timur.

Parhan (80), warga Desa Padang Baru meminta agar pihak kepolsian bisa mengusut asal usul lahan mereka bisa diambil pihak BKSDA. “Kami butuh kepastian. Kalau ini dulu dihibahkan siapa, dulu dijual siapa yang jual. Lalu kalau ini ada ganti rugi, ganti rugi dengan siapa,” tegasnya.

Sementara Bastawi warga lainnya, mengaku ada sekitar 170 hektare lahan yang sebelumnya adalah milik warga. Pihaknya terpaksa melakukan penebasan karena lahan tersebut awalnya milik mereka. Namun pada tahun 1990-an ternyata menjadi lahan BKSDA.

“Jadi kami menebas ini karena kami mau berkebun. Selain itu meminta kepastian terkait kejelasan tanah kami ini,” ungkapnya.

Aktivitas penebasan terhenti setelah puluhan aparat Polres Lahat, Kodim 0405 Lahat dan pemkab mengajak warga untuk tenang serta menyelesaikan masalah ini secara baik- baik.

“Kami sebagai aparat penegak hukum tentu akan menindak warga yang melalukan perbuatan melanggar hukum. Untuk itu kami meminta kepada masyarakat agar meluruskan masalah ini. Masyarakat bisa mengadu ke DPRD maupun pemerintah kabupaten,” ungkap Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap SIK. (gti)

Komentar

Berita Lainnya