oleh

Pusda Sumsel Gandeng Danlanut Palembang, Kembangkan Kompetensi Pustakawan

SUMEKS.CO – Dinas Perpustakaan Daerah (Pusda) Sumsel menggelar seminar inspiratif bersama TNI Angkatan Laut (AL) Palembang. Bertema Peningkatan Kinerja Pustakawan Dengan Motivasi dan Pemanfaatan Sumber Daya Digital yang dipusatkan di Aula Pusda, Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, Kamis (26/11/2020).

Plt Kepala Dinas Perpustakaan Daerah (Pusda) Sumsel, Fitriana S.Sos M.M, mengatakan acara yang berlangsung atas inisiasi dari Ikatan Pustakawan Sumsel tersebut, merupakan sebuah upaya peningkatan kompetensi pustakawan beserta tenaga pengelola dilingkungan Dinas Pusda Sumsel.

“Peningkatan tersebut sangat mutlak diperlukan. Apa lagi telah berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga para Pustakawan yang juga pengelola perpustakaan dituntut harus berpacu dengan waktu. Mengikuti perkembangan, agar dapat mencapai kesesuaian terhadap  kebutuhan pemustakaan (pengguna perpustakaan),” ucapnya.

Lebih lanjut, Kadispusda mengatakan. Beriringan dengan hal tersebut. Pustakawan sekaligus staf pengelola juga perlu mendapatkan motivasi dan pencerahan tentang bagaimana bersikap dan berperilaku, dalam rangka menghadirkan etos kerja yang baik. Agar menjadi lebih produktif dan inovatif dalam memberikan pelayanan literasi masyarakat.

“Terkhusus untuk menghadirkan citra prototipe Pusda, sebagai leading sektor literasi untuk kesejahteraan,” imbuhnya.

Bertindak sebagai narasumber, Komandan Angkatan Laut Palembang Kolonel Laut (P) Filda Malari S.E CTMP  mengatakan peningkatan kompetensi dan etos kerja pustakawan dapat dicapai dengan prinsip yakin, tujuan mantap, alasan kuat, strategi tepat.

Hal tersebut, Dia sampaikan menggunakan metode  pembelajaran nya yang  genius.  Metodenya ilmiah memadupadankan linguistik dan kinestetik atau dalam bahasanya sinkronisasi otak kanan-otak kiri. Kendati demikian sangat mudah diimplementasikan.

Misal mengingat sesuatu dengan diiringi gerakan, dalam hitungan detik Dia mampu mengingat segala sesuatu yang tuliskan. Terorinya bernama lingking dan jaringan otak yang didapatkan dari pendidikan militer.

“sebenernya yang buat kemampuan diri kita tidak keluar itu adalah kita sendiri. Contohnya dalam belajar bahasa Inggris  tidak perlu  pura-pura serius, ambil kata kuncinya ingat ulangi lagi dirumah, itu berartu kamu belum yakin tujuannya belajar untuk apa ? dan strateginya salah pun salah,” cetusnya, mendapat perhatian peserta seminar.

Kolonel Laut kelahiran Jayapura, Papua, itu mengakui dirinya selama tiga tahun ditaruna jagonya mencontek. Karena merasa sulit, sebab semakin banyak belajar juga banyak lupa. Kendati demikian terus berusaha.

“Kecerdasan itu bukan bawaan dari lahir. Tapi dapat diciptakan. Atas keinginan yang kuat dan keikhlasan. Semoga dapat bermanfaat bagi dirinya (peserta),diajarkan juga ke anaknya keluaga dan handaitaulan,” Pungkasnya.(bim)

Komentar

Berita Lainnya