oleh

Puso, Petani di Kabupaten ini Gagal Panen

-Sumsel-229 views

INDRALAYA – Sepertinya petani di Kabupaten Ogan Ilir (OI) pada musim panen tahun ini, terancam gagal panen. Selain mengalami puso juga hama wereng tengah mengintai.

Penyebab puso tersebut, karena lahan padi yang dikembangkan oleh petani di Bumi Caram Seguguk ini dengan sistem tadah hujan, sementara kondisi dua bulan terakhir ini, hujan tidak turun dan persediaan air di sawah mulai mengering.

“Biasanya sawah kami dengan jenis padi serang bisa menghasilkan 400 kaleng (4 ton) padi, tapi sekarang justru turun sekitar 30 persen,” kata Asnatar (55), petani asal Desa Sejaro Sakti, Kecamatan Indralaya Selatan.

Senada disampaikan petani asal Desa Ulak Kembangan Kecamatan Muara Kuang, Suripto (45) , lahan padi miliknya seluas 5 hektar yang dikembangkan, sebagiannya terancam gagal panen,”Lihat sendiri Pak, kalau yang masih ada air, masih terlihat subur, tapi itu yang tidak ada airnya lagi, pertumbuhan padinya kerdil alias kecil, hasil padinya pasti sedikit,”kata Suripto.

Dikatakannya, padi yang ditanamnya sudah berumur 2 bulan. “Kalau sudah berumur dua bulan, dan pasokan airnya cukup, pasti tumbuhnya besar, tapi lihat sendiri, justru ini kerdil. Padahal kalau pertumbuhannya normal, bisa dipastikan bisa panen 4 sampai 5 ton per hektarenya,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Ogan Ilir  H Hasnandar Setiawan SE menyatakan, saat ini pihaknya masih melakukan inventarisir bersama instansi terkait terhadap tanaman padi yang rusak akibat kemarau.

“Tim petugas pertanian dari provinsi dan kabupaten tengah berada di lapangan. Berdasarkan data sementara yang kami lakukan ada sekitar 30 hektare tanaman padi yang terancam puso atau sekitar 120 ton produksi padi yang tidak bisa dipanen akibat kekurangan pasokan air, dan ada sekitar 0,2 hektare diserang hama wereng,” tukasnya.

Untuk mengatasi kekeringan ini, pihaknya bersama petani berusaha melakukan pemompahan air ke sawah-sawah yang kekurangan pasokan air. (sid)

Komentar

Berita Lainnya