oleh

Putrajaya, Pusat Pemerintahan Selain Kuala Lumpur

ROMBONGAN pemenang guru favorit dan lomba jurnalistik tingkat SMP se-Kota Palembang akhirnya tiba ke Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (12/10) pagi.

HENDRO – Kuala Lumpur

Penantian panjang para pemenang lomba jurnalistik sekitar dua tahun akhirnya kesampaian juga menginjakkan kaki ke Negeri Jiran tersebut.

Rombongan menggunakan pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan AK 450 dari Bandara SMB II, Palembang pukul 07.55 WIB dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 45 menit.

Tiba di Bandara Kuala Lumpur – KLIA 2, rombongan harus antre beberapa jam di Imigrasi dan semuanya lancar. Guide Zakila Zainudin atau Kak Ila sudah lama menunggu di kedatangan bandara.

“Assalamualaikum semuanya. Selamat datang di Malaysia. Saya akan memandu kalian hanya sehari saja, karena saya sebagai pengganti,” kata Kak Ila.

Perempuan tinggi dengan kerudung ini melayani sebagian rombongan ada yang menukar mata uang untuk membeli SIM card. Sebab provider yang digunakan sudah berbeda dengan di Palembang. SIM card yang digunakan Hotlink/Maxis seharga 20 sen, bisa digunakan sekitar 1 minggu untuk chat WA dan medsos.

“Paket internet ini cukup satu minggu di Malaysia untuk chat WA dan medsos lainnya,” kata penjual SIM card.

Selanjutnya guide mengajak rombongan yang terdiri dari 16 orang ke Jembatan Sri Wawasan dan ke Putrajaya. Jembatan tersebut cukup besar, tinggi dan megah. Sungai di bawahnya sangat jernih.

“Ya sungainya bersih. Kalau sore sampai malam hari semakin ramai karena banyak yang foto-foto dan jembatannya banyak lampu hias,” jelas guide.

Namun meski siang hari, banyak juga pelancong dari negara lain yang berkunjung. Melihat pemandangan diseberangnya terlihat Masjid Merah Muda, Masjid Putra dan Kantor Jawatan Perdana Menteri Malaysia.

Kak Ila menceritakan, Putrajaya adalah sebuah kota yang berada sekitar 35 kilometer dari Kuala Lumpur. Kota inilah yang sekarang menjadi jantung pemerintahan Malaysia, menggantikan Kuala Lumpur.

Kota ini memiliki banyak gedung cantik yakni Istana Negara. Istana Negara memiliki gedung yang megah dan halaman seluas lapangan. Lapangan besar ini berada tepat di depan gerbang yang begitu megah.

Gedung pemerintahan lain Kantor Jawatan Perdana Menteri Malaysia, berbentuk seperti istana, dengan atap berbentuk kubah warna hijau.

Pagar besi menjadi pembatas antara gedung dengan area yang bisa dipijak wisatawan. Sebelah kirinya Masjid Merah atau Masjid Putra lengkap dengan menara tinggi yang juga berwarna merah.

Puas berkeliling di Putrajaya, perjalanan dilanjutkan menuju Kuala Lumpur. Lalu makan di Restoran Nasi Padang Kg Baru. “Ternyata ada Nasi Padang juga di Malaysia. Ini makanan selera Indonesia sekali,” kata Liana, salah satu guru favorit.

Selehat perut kenyang, perjalanan selanjutnya menuju Istana Negara yang megah mulai pagarnya hingga gedung di dalamnya. Pusat perhatian para rombongan tertuju pada penjaga istana yang selalu berdiri tegap.

“Penjaganya memang seperti itu, dan nanti mereka bergantian. Penjaganya jangan dipegang ya. Kalau jadi latar belakang foto-foto boleh,” pesan guide.

Guide lalu mengajak rombongan ke Tugu Negara, yang merupakan makam pahlawan Malaysia. Terdapat tugu yang cukup tinggi di depannya.

Belum puas, malamnya guide mengajak ke Menara Kembar Petronas. Rombongan kesulitan ambil foto karena tidak bisa menjangkau sampai ujung gedung.

Banyak penjual lensa cembung untuk ditempel di kamera Hp sehingga bisa ambil foto seluruhnya. Harganya bervariasi mulai dari 15 – 25 ringgit. Pintar-pintar menawar sehingga bisa dapat harga murah.

Jika sudah dibeli, penjual dengan senang hati memotret para rombongan. “Kalau tidak ke Menara Kembar ini, belum ke Malaysia,” celetuk Rica, ibu salah satu pelajar.

Guide Kak Ila menceritakan, dulu Menara Petronas ini tertinggi di dunia tahun 1998 – 2004, dengan total 88 lantai dan tinggi 452 meter. “Kawasan ini selalu ramai dari berbagai negara,” katanya.

Setelah itu makan malam di kawasan Kampung Baru lalu beristirahat di City Comfort Hotel.

“Hari pertama di Malaysia cukup puas karena sudah diajak berkeliling ke tempat-tempat bagus mulai dari Bandara sampai ke Kuala Lumpur,” ujar Aurora, salah satu pelajar.

Kebetulan Sabtu merupakan hari libur, jadi berkeliling Malaysia dulu dan jalanan sepi. Namun tempat wisata cukup ramai. “Nanti kami akan mengunjungi sekolah-sekolah yang ada di Malaysia,” tukasnya. (eno)

Komentar

Berita Lainnya