oleh

Putusan MA Belum Keluar

INDRALAYA – Isu keluarnya putusan Mahkamah Agung (MA)  , bahwa gugatan Tim Paslon2, H M Ilyas Panji Alam-H Endang PU Ishak yang didiskualifikasi oleh KPU Ogan Ilir (OI) yang katanya diterima oleh MA, sempat marak di media social (Medsos).

Namun isu tersebut, akhirnya dibantah oleh Tim Kuasa Hukum KPU OI Mualimin Pardi SH didampingi Sumardi SH dan anggota KPU OI Devisi Hukum dan Pengawasan Rusdi SSos.I, dengan  menggelar jumpa Pers di Kantor KPU Oi Hari ini Jumat  (23/10) pukul 14.00 Wib.

”Harus kita klarifikasi,  informasi yang menyebar di Medos adalah sesat  lagi menyesatkan, dan itu tidak benar bahwa MA sudah mengeluarkan putusannya telah menerima,  apalagi di medsos sempat menyebutkan para anggota KPU OI mengalami kecelakaan, ini sudah tidak boleh dibiarkan, harus diluruskan, bahkan kami akan berkoordinasi dengan pihak keamanan terkait maraknya berita hoax di Medsos”kata Mualimin SH.

Dijelaskan Mualimin, bahwa sampai saat ini putusan MA belum keluar sama sekali,  dan alur proses pemohon terhadap obyek perkara masuk pada 14 Oktober 2020.

Lalu setelah itu lanjut Mualimin, pada 15 Oktober  KPU OI menerima  kiriman pemberitahuan  dari Panitera Muda Tata Usaha Negara MA melalui email mengenai adanya laporan gugatan pemohon.

“Barulah KPU menyiapkan berkas lembar jawaban, dan sudah diserahkan   jawaban dan bukti  termohon sebanyak 31 bukti  atas permohonan sengketa  pelanggaran administrasi pemilihan (PAP) dengan nomor 1 P/PAP/2020.”jelas Mualimin.

Masih kata Mualimin, dari proses penyerahan berkas jawaban tersebut kepada panitera muda, teknisnya Panitera Muda  sehari kemudian menyerahkan ke MA, lalu ketua Kamar MA membentuk majelis hakim ,”Majelis Hakim inilah yang akan memeriksa  berkas tersebut selama 14 hari kalender untuk di uji , dan tanpa persidangan  dan bila selesai alias di putuskan, maka KPU akan menerima salinan putusan yang akan dikirim via email ,”lanjutnya.

Kalau nantinya (hasilnya) MA menolak, maka KPU akan membuat skema baru atas putusan tersebut, begitu juga sebaliknya bila MA mengambulkan gugatan alias menerima, maka KPU akan melakukan proses sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku bagi paslon 2 yang telah didiskualifikasi.

Sementara adanya laporan pengaduan aliansi masyarakat kepada DKPP terhadap KPU OI,  Devisi Hukum dan Pengawasan KPU OI Rusdi mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima adanya laporan pengaduan terssbut,”Belum ada laporan pengaduan dari DKPP  terhadap kami,”katanya. (Sid)

Komentar

Berita Lainnya