oleh

Putusan Robi di Vonis 3 Tahun Dinilai Adil

MUARA ENIM – Praktisi Hukum Firmansyah SH MH, melinai putusan Robi Okta Fahlevi yang divonis 3 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Palembang, jika dilihat dari ancaman hukuman yang didakwakan dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tipikor yaitu maksimum 5 tahun penjara, dengan status Robi sebagai penyuap maka hukuman yang dijatuhkan tersebut dapat dikatakan cukup adil.

Lanjutnya, tentu saja akan berbeda dengan Ahmad Yani dan Elfin yang didakwa sebagai penerima suap. Ancaman hukuman bagi penerima suap menurut Pasal 12 huruf a UU Tipikor maksimum 20 tahun penjara dan denda maksimum 1 M.

 Terlebih mereka ini berstatus pegawai negeri. Kasus ini menunjukan kepada kita semua bahwa perbuatan korupsi suap-menyuap hasil OTT KPK benar-benar ada dan terbukti. Putusan ini sekaligus akan menjadi pintu masuk pembuktian dalam perkara Ahmad Yani dan Elfin, telah menjadi fakta persidangan bahwa tindak pidana korupsi yang terjadi tidak berdiri sendiri tetapi dilakukan secara bersama-sama (medeplegen) dan berlanjut sehingga putusan ini menjadi cerminan bagi hakim dalam memutus perkara lainnya.

Dijelaskanya, entry point-nya kasus ini ada perkara Robi. Dengan diputus Robi bersalah melakukan suap terhadap Bupati Non Aktif Akhmad Yani untuk mendapatkan 16 Proyek Jalan senilai Rp13,4 miliar. Maka, kata dia,  akan semakin sulit bagi terdakwa lainnya untuk lepas atau bebas dari jeratan hukuman.

Mudah-mudahan kasus ini dapat dijadikan pelajaran berharga bagi Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Apalagi strategi pencegahan dan pemberantasan korupsi terus didengungkan oleh Pemerintah sampai ke level terendah.

Hal ini disebabkan karena korupsi merupakan ancaman serius sebagai kejahatan luar biasa (extra ordinary crime). Perbuatan korupsi telah berdampak luas tidak saja merugikan keuangan negara tetapi telah berimbas pada tidak terpenuhinya hak-hak masyarakat terutama hak atas kesejahteraan sebagai hak asasi manusia dan menghambat pembangunan.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya