oleh

PWI Muratara Minta Jurnalis Netral

MURATARA – Menjelang momen Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Muratara, minta jurnalis netral. Hal itu diungkapkan Ketua PWI Muratara H Marwan Azhari secara terbuka di rapat rutin PWI Muratara.

Situasi Politik Pemilihan kepala Daerah di kabupaten Muratara mulai memanas. Ketua PWI Muratara, H Marwan Chandra meminta seluruh jurnalis di wilayah Kabupaten Muratara, bersikap profesional dan mematuhi kaidah jurnalistik.

“Sekarang momen Pilkada sudah dekat, saya minta rekan rekan jurnalis tetap netral dan tidak terkotak kotak. Selalu hati hati dalam melaksanakan tugas dan tetap profesional,” katanya, Selasa (8/6/2020).

Dia menegaskan, tidak jarang saat momen Pemilu, jurnalis sering menjadi korban, lantaran adanya oknum wartawan yang tidak netral dan tidak menjalankan etika jurnalistik yang benar.

“Kalau jadi wartawan jangan merangkap jadi yang lain juga. Nanti berbenturan dengan sikap profesionalisme. Saya menegaskan PWI tetap neteral,” ujarnya.

Pihaknya mengamati, tensi Pilkada di Muratara sudah memanas. Dan banyak pihak bahkan awak media yang sudah mulai merangkap menjadi tim media dari Balon tertentu. Di tempat terpisah, Ketua DPRD Murataa Efriyansyah yang sempat dibincangi mengatakan, terkait keberadaan media di wilayah Muratara pihaknya sangat mengsuport penuh. Karena media merupakan saah satu pilar bangsa,

“Saya dulu awalnya dari media juga, jadi sangat paham betul mengenai kebutuhan dan kondisi di lapangan yang dihadapi jurnalis. Saya harap rekan rekan jurnalis tetap netral dan tidak condong ke kanan atau ke kiri di Pilkada ini,” timpalnya.

Efriyansyah mengungkapan, profesional media sangat di butuhkan untuk membangun pelaksanaan Pilkada yang positif khususnya di Muaratara. “Pilkada Muratara harus kondusif, jurnalis harus profesional dan tetap utamakan etika jurnalistik,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya