oleh

Qusoi: Sebagai Calon Ketua DKP Didit Guns Sangat Matang! Ini Alasannya….

Sejumlah perwakilan seniman muda Palembang belum lama ini meminta restu kepada Walikota Palembang, H Harnojoyo. Mereka sepakat mengajukan Didit sebagai Calon Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) periode mendatang. Untuk diketahui, masa kepengurusan DKP saat ini akan berakhir pada September 2019.

 

Menurut Qusoi SH, jubir tim pemenangan ‘Didit for DKP’, M. Syah Iqbal Rudianto ST atau yang akrab disapa Didit Guns sudah sangat matang untuk mencalon sebagai ketua DKP.

“Awalnya saya yang mencalon, tapi karena Didit siap maju, saya memilih mundur. Karena Didit menurut saya sangat kredibel, dengan rekam jejak yang baik, dari kacamata saya,” tegasnya.

Menurut Qusoi, pria kelahiran 22 November 1979 itu tidak terlibat konflik seniman selama ini, dia netral sehingga bisa merangkul seluruh seniman.

“Selain netral Didit juga ketua event organizer di Palembang, jadi kalau hanya sekedar untuk buat event, seniman tak perlulah menunggu dana pemerintah yang mungkin lambat turun dan ribet,” kata pembina Ultras Palembang ini.

“Selain itu, Didit juga berlatar seniman murni, dia drummer di grup band Rock Station,” tambahnya.

Sebagai pemilik (owner) Guns Cafe and Resto, Didit juga akan mempasilitasi seluruh seniman. “Ada tempat nongkrong atau menjadikannya posko atau tempat berbagi ilmu”, kata pria yang juga PNS ini. Tak hanya itu, Didit juga siap menyediakan kantor jika terpilih.

“Karena DKP saat ini tak punya kantor. Bahkan Didit siap mengisi kekosongan uang kas DKP yang selama ini nihil,” jelasnya. Soal program DKP kedepan, Didit bahkan sudah siap. “Kita akan buat event tahunan, seperti ‘Jember Festival’ yang sudah menjadi agenda nasional dan Internasional,” janjinya.

Sebagai pengurus HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Sumatera Selatan, Didit jelas punya koneksi pengusaha di Sumsel dan pasti sudah menjadi partner kentalnya selama ini.

“Didit berjiwa sosial, terbukti event musisi ‘Kawan Lamo, Didit saat itu menyumbang sound system, tenda, bahkan lokasi event. Untuk kegiatan sosial dia juga melakukan pengalangan dana ‘Save Rohingnya’ dan masih banyak lagi,” urainya.

Atas dasar penilaian itu, Qusoi yakin jika terpilih, DKP pasti yang akan diutamakan. Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI) Sumatera Selatan  itu juga siap mengangkat seluruh tangkai komite, tanpa pengecualian dan tidak ada diskriminasi.

“Kita siap membangkitkan seni tradisional murni milik Palembang yang hampir punah, seperti Dul Muluk, wayang Palembang yang saat ini hanya tersisa satu dalang. Juga kesenian Syarofal Anam, bidar walau ini wilayah dinas pariwisata, juga seni lukis Laker dan banyak lagi,” janjinya.

Untuk Reward kepada seniman yang berjasa dan konsisten dalam bidang seni, Didit siap memberikan reward. “Seperti seniman Wakpet, Sahilin, Keluarga alm. Karel Simon,” ujar Qusoi mencontohkan.

Berbicara soal gedung seni di Palembang, Qusoi juga menjamin Didit akan mendorong Pemkot dan DPRD kota Palembang agar ada gedung seni di pusat kota Palembang. “Kita juga akan mengusahakan ada pasar seni di Palembang”.

Atas dasar pertimbangan ini. saya dan rekan seniman punya komitmen kuat agar beliau dapat duduk menjadi ketua DKP Palembang. “Jadi kami sebagai tim sangat perlu support, kakak, ayuk, supaya cita-cita kita tercapai dan saya jamin ini bukan PHP atau kaleng-kaleng,” tandasnya. (jul)

Komentar

Berita Lainnya