oleh

Ramadan, Petani Sawit Menjerit

-Sumsel-322 views

RUPIT – Petani sawit di wilayah Kecamatan Karang Rupit, Kabupaten Muratara harus berlapang dada. Pasalnya, sejak memasuki bulan Ramadan, kondisi mereka semakin terjepit karena harga komoditas sawit pecah seribu dan bertahan di harga Rp750 per kg.

Faat, petani sawit asal Desa Noman, mengatakan saat ini temasuk bulan-bulan sulit untuk petani sawit. Jika sebelumnya harga sawit di pabrik bisa menembus Rp1.200/kg, tapi sekarang hanya dihargai di bawah Rp1.000 per kg.

“Sekarang harga sawit pecah seribu, berkisar Rp750-850/kg, kalau harga begini terus petani sulit dapat untung,” kata Faat, Rabu (15/5).

Dia mengatakan, untuk biaya produksi dan perawatan setidaknya petani sawit harus meluangkan sekitar 60 persen hasil perkebunan. Dengan rincian 20 persen untuk pemupukan, 30 persen biaya perawatan, 10 persen untuk pemanenan, dan sisanya baru ke pemilik lahan.

“Kita tidak tahu kenapa harga turun terus, biasanya harga sawit jatuh menjelang Lebaran karena pabrik akan tutup produksi. Tapi saat ini tidak ada kendala saat produksi,” timpalnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya