oleh

Ramai di Medsos, Petani Muara Sugihan Temukan Guci Antik

BANYUASIN – Masyarakat perairan tepatnya di Dusun III,  Desa Daya Murni, Kecamatan Muara Sugihan,  Banyuasin,  digegerkan dengan penemuan barang yang diduga antik berupa guci dan mangkok ukuran besar, Sabtu (6/6) lalu.

“Iya benar,”kata Subakir, Camat Muara Sugihan.

Informasinya guci yang diduga peninggalan zaman dahulu kala itu, ditemukan oleh warga sekitar yaitu Basir.”Saat itu sedang membuat anak parit di sawahnya, “tukasnya. Pada saat mengali di tanah tersebut menggunakan cangkul dan alat lain sebagainya, terbentur benda yang cukup keras.

Ketika dicek,  ternyata benda berupa guci yang ada didalam timbunan tanah itu.

“Selanjutnya digali,  dan dibawa pulang oleh pak Basir, ” tuturnya.

Tentunya dengan penemuan ini cukup mengegerkan masyarakat sekitar,  bahkan warga berbondong-bondong ingin melihat guci dan barang lainnya yang diduga peninggalan zaman sriwijaya.”Tapi baru dugaan, “ungkapnya.

Sementara itu,  Kepala Desa Daya Murni,  Manan membenarkan hal tersebut. “Benar pak, sementara waktu ada 10 barang yang diamankan di kediaman pak Basir, “katanya.

Pada saat penemuan pertama kali barang berupa guci ini,  kata Manan,  ada tujuh yang ditemukan. “Pada hari ini (kemarin,  red)  ada tiga lagi, “bebernya.

Tidak menutup kemungkinan,  kalau barang berupa guci di tempat kejadian akan bertambah lagi.

“Karena masih terus digali sepanjang 100 meter,”imbuhnya.  Manan menambahkan kalau penemu barang itu Basir, yang menemukan tidak sengaja,  karena sedang membuat galian atau got untuk pengeringan lahan.

Penemuan guci yang diduga antik ini tentu membuat heboh masyarakat sekitar terutama di perairan, sehingga masyarakat ramai melihat guci itu di kediaman Basir.

“Warga  tetangga kiri kanan mendatangi rumah pak Basir. Bahkan tempat penemuan juga ikut ramai, “katanya.

Diakuinya kalau penemuan barang ini menghebohkan di media sosial berupa instagram, padahal masyarakat Desa Murni sendiri banyak yang belum mengetahui kejadian ini.

“Sudah ramai di media, “terangnya.

Hendra mengatakan kalau penemuan itu cukup menghebohkan di media sosial terutama facebook,  karena kejadian ini jarang sekali terjadi. “Ramai pastinya pak, ” tandasnya. (qda)

 

Komentar

Berita Lainnya