oleh

Rambu-rambu Sudah Disusun, Tinggal Tunggu Izin Tatap Muka

SUMEKS.CO- PALEMBANG- Kepala SMA Negeri 1 Palembang, sekaligus ketua MKKS SMA se-Sumsel, H Moses Ahmad S.Pd MM mengatakan, saat Pemerintah Daerah sudah mulai mengizinkan tatap muka, maka pihaknya akan segera melakukan tatap muka mengingat pembelajaran daring sudah berangsur lama.

Katanya, semua persyaratan protokol kesehatan (Prokes) sudah jauh hari dilakukan bahkan rambu-rambu prokes hingga mekanisme belajar pun sudah disusun. Sehingg menurut Moses, pihak sekolah tinggal menunggu izin dari Pemerintah Daerah dalam hal ini Gubernur Sumsel H Herman Deru melalui Dinas Pendidikan (Disdik). “Semua sudah siap. Tinggal nunggu izin Pak Gubernur, melalui Dinas Pendidikan,”ujarnya

Begutu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka dimulai, pembelajaran tidak boleh lebih dari tiga jam dengan isi kelas separuh-separuh atau sistem shif nantinya. “Setelah tiga jam siswa langsung diperkenankan pulang ke rumah masing-masing tanpa ada jam istirahat. Jadi sekitar 30 menit satu mata pelajaran, siswa yang berada di rumah juga bisa mengikuti pelajaran bersama guru dan siswa di kelas dengan sistem live virtual,”terangnya

Dikatakan pihaknya sudah menyiapkan semua terkait SPO protokol kesehatan covid-19. Mulai dari penyedian tempat cuci tangan, alat ukur suhu tubuh, hand sanitaizer, Face Shield, masker dan lainnya. “Bisa di pastikan kalau soal protokol kesehatan hampir seluruh sekolah sudah siap dan telah disiapkan dari jauh hari,”ujarnya

Bahkan aturan menghadapi KBM tatap muka sudah pernah di susun Disdik Sumsel bersama MKKS. Misalnya, siswa wajib cuci tangan, pakai masker, siswa wajib jaga jarak dan siswa hadir ke sekolah separuh -separuh siswa absen 1-18 belajar di sekolah sedangkan 19-36 online di rumah begitu juga sebaliknya.

“Sistem ini pasti dilakukan sesuai prokes. Kita tinggal menunggu perintah,”katanya seraya menegaskan kalau di sekolah prokes diterapkan ketat, tapi jadi pertanyaan bagaimana siswa saat datang dan pulang sekolah.

“Besar kemungkinan jika siswa terpapar ini terjadi saat berada di luar sekolah. Inilah perlu peran senua pihak terutama orang tua untuk wajib mengetahui kondisi anak setiap hari, jika anak tidak baik harus ditarik dari sekolah dan silakan belajar secara online,”tegasnya, seraya menyebutkan kajian inilah yang masi menjadi bahasan saat siswa diluar sekolah apakah benar-benar bisa dipastikan langsung pulang atau tidak.

“Begitu penerapan KBM tatap muka, harus ada kesepakan orang tua dan sekolah aka buat surat persetujuan. Bagi yang tidak mengizinkan anaknya bisa tetap KBM online,”sebutnya

Ditegaskanya, paling penting berkaitan dengan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). “Anak lupa bawa masker sekolah yang harus menyiapkan dan saat ini berbagai skema sudah kita persiapkan dan bahas,”katanya lagi.(nn/ckm)

Komentar

Berita Lainnya