oleh

Rapat Plasma, 70 Hektare Lahan Terancam Hilang

-Sumsel-766 views

RUPIT – Mediasi konflik sengketa lahan plasma di Desa/Kecamatan Karang Dapo, Kabupaten Muratara, berlangsung tegang. Pasalnya, di kelompok masyarakat calon penerima plasma (CPP) masih beda pendapat mengenai tuntutan plasma seluas 430 hektare.

Bastarie, perwakilan warga Desa Karang Dapo mengatakan, dasar penghitungan pembagian lahan plasma awalnya bermula dari penghitungan jumlah rumah warga, di Desa Karang Dapo. Hasil pendataan lapangan didapati sebanyak 325 rumah warga dan dapatlah hasil 430 hektare untuk alokasi pembagian lahan plasma dari PT Dandy Marker. Namun ada kelompok yang menamakan tim 9, rata-rata mereka yang melakukan pengurusan mengenai lahan plasma itu. Juga tercatat selaku penerima plasma, sehingga menggeser nama-nama warga yang mendapat lahan.

“Ada nama kelompok tim sembilan yang masuk dalam 430 hektare. Padahal mereka tidak menjual tanah ke PT Dandy tapi dapat kuota plasma. Inilah yang membuat permasalahan kuota 430 hektar lahan plasma, menjadi berkurang‎ 70 hektar,” katanya dalam rapat mediasi di Pemkab Muratara, Kamis (11/4) sekitar pukul 14.00 WIB.

Pihaknya berharap, kuota 430 hektare itu diberikan benar-benar ke masyarakat dan bukan diberikan ke kelompok tertentu. “Kami harap pemerintah benar-benar memberikan lahan plasma ke masyarakat buka ke kelompok tertentu. Kami tidak sepakat jika warga yang seharusnya mendapat plasma digeser dengan kepentingan kelompok itu,” timpalnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya