oleh

Rapatkan Barisan, BPBH Siap Perjuangkan dan Kawal Hak Pekerja

PALEMBANG – Melihat masih banyaknya pelanggaran-pelanggaran hukum yang dialami oleh pekerja di Indonesia, terlebih masih adanya norma-norma hukum yang bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, bahkan melanggar hak-hak dasar pekerja Indonesia, membuat pekerja makin termarjinalkan serta terabaikan hak-hak hukumnya.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Badan Penyuluhan dan Bantuan Hukum Serikat Pelerja PT PLN (Persero) Indonesia (BPBH SPPI) berdiri dengan membentuk kepengurusan di Kota Palembang, Selasa (27/10/2020).

Untuk diketahui, BPBH SPPI merupakan organisasi serikat yang siap membantu para pekerja yang mendapat perlakuan kurang pantas dari pihak perusahaan tertentu. Tak hanya itu, organisasi ini beridiri dengan tekad untuk meningkatkan kemampuan anggota serikat pekerja PT PLN (Persero) Indonesia dalam mempertahankan hak-haknya. Terlebih, membela dan memperjuangkan hak-hak dan serikat pekerja PT PLN Persero Indonesia menjadi tugas penting bagi BPBH.

Ketua BPBH SPPI, H Yopie Bharata didampingi wakil ketua Fana Justian Adynata mengatakan, organisasi yang dipimpinnya ini, memiliki 17 anggota dengan membawa visi untuk mewujudkan kehidupan yang sejahtera bagi pekerja PT PLN (Persero) Indonesia, pekerja formal, pekrja informal dan pelanggan konsumen listrik.

“Jadi berangkat dari permasalahan-permasalahan yang perna terjadi, menjadi landasan BPBH berdiri yang akan mendampingi dan memperjuangkan hak-hak para pekerja,” tutur dia.

Sementara Dewan Penasihat BPBH SPPI Riza Fauzi mengatakan, berdirinya BPBH tak lain untuk mendampingi dan mengadvokasi terkait hak-hak yang merugikan pekerja seperti masalah pangkat dan jabatan yang tertunda.

“Bukan hanya itu, terkadang konsumen kurang mengerti ada keluhan harus diganti voltase, terkadang kenaikan sepihak. Oleh sebab itu kita melakukan pendampingan baik kepada pelerja maupun kepada konsumen,” katanya.

Riza menyebut, saat ini banyak konsumen yang kurang mengerti bagaimana tanggung jawab dari PLN, karena saat ini PLN menggunakan pihak ke tiga.

“Pemasangan listrik Mou nya dengan PLN namun yang mengerjakan pihak ketiga jadi dimana tanggung jawab PLN, dari sini banyak konsumen yang tidak tahu. Oleh karena itu kita BPBH SPPI yang indipenden ini juga menerima jika konsumen hendak bergabung sebagai serikat ini,” tutur Riza.(yun)

Komentar

Berita Lainnya