oleh

Ratusan Burung dari Banjarmasin Disita Polisi

SUMEKS. CO – Jajaran Ditpolairud Polda Jatim mengamankan ratusan burung yang dikirim dari Banjarmasin menuju Surabaya via kapal laut. Unggas itu disita karena dikirim secara ilegal. Satu orang ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga melakukan penyelundupan.

Barang bukti dan pelaku digiring ke markas Ditpolairud Polda Jatim, Senin (23/11). Selain mengecek kondisi barang bukti, polisi memeriksa pelaku berinisial MH. Pria 32 tahun itu mengaku sudah dua kali melakukan tindak kejahatan serupa.

Berdasar informasi, tercatat ada 425 burung yang diamankan kepolisian. Jenisnya adalah cucak hijau, murai batu, kacer, dan kapas tembak. ”Tidak ada izin. Karena itu, kami amankan,” kata Dirpolairud Polda Jatim Kombespol Arnapi pada Jawa Pos.

Saat ditemukan, kata Arnapi, kondisi burung cukup mengenaskan. Ada 24 ekor yang mati karena sulit bernapas. ”Cara perawatannya juga salah. Padahal, sebagian burung jelas-jelas dilindungi,” ujar Arnapi.

Menurut dia, pengusutan kasus yang menjerat MH masih terus dikembangkan. Termasuk mencari tahu penadah barang ilegal. Untuk penyelidikan, petugas mendatangkan balai besar karantina pertanian dan BKSDA Jatim.

Terbongkarnya pengiriman burung secara ilegal berawal dari informasi yang masuk ke Ditpolairud Polda Jatim. Bersama instansi lain, polisi lantas bergerak pada Minggu (22/11). Petugas melakukan pemeriksaan di KMP Mutiara Ferindo 5. Setelah melakukan penggeledahan, polisi menemukan ratusan burung yang dimasukkan dalam kardus.

Ketika dicek, ternyata pelaku tidak bisa menunjukkan dokumen pengiriman yang jelas. Barang bukti dan pelaku lantas dibawa ke markas Ditpolairud Polda Jatim untuk pemeriksaan.

Arnapi menjelaskan, tersangka melanggar pasal 40 ayat (2) jo pasal 21 ayat (2) huruf a dan c Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Ancaman hukumannya mencapai lima tahun penjara. ”Nanti kami berkoordinasi dengan BKSDA untuk perawatan barang bukti,” tutur Arnapi.

Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Anak Agung Oka Mantara mengapresiasi tindakan tegas kepolisian. Menurut dia, pengiriman burung secara ilegal tidak boleh dibiarkan begitu saja. ”Wajib ada izin dalam pengiriman. Sudah jelas aturannya,” tegas Agung.  (hen/c14/any/jawapos.com)

Komentar

Berita Lainnya