oleh

REI Sumsel Harapkan IMB Sistem Lama Masih Bisa Diproses

PALEMBANG – Perubahan proses Izin Mendirikan Bangunan (IMB) menjadi Persetujuan Bangunan dan Gedung (PBG) mendapatkan respons dari berbagai pihak. Salah satunya DPD REI Sumsel. Dukungan diberikan untuk kebijakan ini.

“Kami mendukung apapun kebijakan Pemerintah. Namun, kita meminta IMB sistem yang lama masih bisa dilaksanakan sembari menunggu sistem PBG terkoneksi dengan baik di seluruh kabupaten/kota’ kata Ketua DPD REI Sumsel, Zewwy Salim, Sabtu (11/7).

Sebab, jelas Zewwy, pembangunan tidak boleh berhenti. Apalagi backlog rumah di Sumsel mencapai 500 ribuan unit. Hal ini akan berdampak ke sektor properti yang ikut mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Palembang, Ahmad Mustain mengatakan, perubahan dari Izin Mendirikan Bangunan menjadi Persetujuan Bangunan dan Gedung (PBG) sudah berlaku dan ditetapkan sejak 2 Agustus lalu. “Aturan ini terkait dengan UU Ciptakerja dan turunanya, sehingga berpengaruh pula terhadap perubahan regulasinya sehingga IMB itu berubah menjadi PBG,” katanya.

Menurutnya ,perubahan ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat dalam proses perizinan. Dimana masyarakat cukup buat akun, upload sendiri ke sistem, hanya saja karena ini ‘barang’ baru masih berproses. Jikapun ada kendala dilapangan kita juga koordinasikan ke pusat untuk dicarikan solusinya,” jelasnya.

Dia menambahkan, pelayanan tidak boleh terhenti dan segala sesuatu harus berbasis aturan. “Bukan kita tidak mau ini cepat beres, tapi setiap yang dilakukan ini harus sesuai aturan, makanya jikapun SIM BG belum lancar kita tidak bisa gunakan aturan lama (IMB),” ujarnya. Terkait kendala – kendala di daerah bukan hanya Palembang, namanya aturan/barang baru, makanya segala kendala yang ada ini terus di upayakan untuk ditanyakan dengan bersurat ke pemerintah pusat. Karena segala sesuatu yang dibangun secara nasional tidak mudah.

Terkait dengan pelaksanaan aturan baru ini, dikatakan bahwa untuk pembuatan SIM BG pada dasarnya sudah dapat dilakukan, hanya saja memang kalau ada yang mengeluh karena belum terbiasa dengan perubahan ini. “Namanya barang baru, jika selama ini antar berkas ke kantor (DMP-PTSP), sekarang malah lebih mudah, dan lebih transparan sebenarnya,” katanya. (cj10)

Komentar

Berita Lainnya