oleh

Reka Ulang Pengeroyokan, Korban Tewas setelah Kepala Dibacok dengan Parang

SUMEKS.CO – Kasus tewasnya Mustofa alias Tobot, warga SP Padang, Kecamatan Jejawi, Kabupaten OKI, Rabu (28/6/2017) sekitar pukul 12.00 WIB, Senin (28/10) pagi direka ulang oleh tim penyidik Unit 1 Subdit III Ditreskrimum Polda Sumsel yang diperankan langsung oleh dua orang pelaku yakni Umar Hasan dan Heru Anggara alias Heru.

Peran korban diperankan oleh anggota polisi sebagai pengganti dan tersangka termasuk Heru karena belum bisa berjalan normal karena mengalami luka tembak. Sedangkan Umar Hasan yang juga kakak Heru langsung menperagakan perannya saat kejadian.

Reka ulang pertama dimulai saat saat saling tegur sapa dan korban tersinggung dengan tersangka. Korban mendekati tersangka dan mengancam akan menampar. Adegan selanjutnya korban langsung menerkam tersangka Umar dan memukul wajahnya dengan tangan kanan.

Selanjutnya, tersangka Umar duduk di atas badan korban sambil menceke leher. Lalu tak lama kemudian datang tersangka Heru dan saksi Rano juga saksi Lukman datang mengendarai sepeda motor. Tersangka Heru turun mendekati korban dan langsung memukul wajah korban dengan menggunakan tangan kanan.

Adegan selanjutnya, korban mencabut pisau dari pinggannya dan menusuk dada tersangka Heru dan pisau korban langsung direbut dan menusukannya ke tangan korban. Lalu adegan selanjutnya, korban dan tersangka Heru terjatuh bersimbah darah.

Pada adegan ke-10, melihat korban mengambil pisau yang terlepas dari tangan, tersangka Umar mengambil parang dari dalam mobil korban dan langsung membacok dan mengenai kepala korban.

Dan pada adegan terakhir, tersangka Umar membantu tersangka Heru berdiri dan membawanya ke rumah sakit dengan mengendarai motor milik saksi sedangkan korban meninggal di lokasi kejadian.

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Yudhi Suharyadi SIk melalui Kanit 1 Kompol Antoni Adhi mengatakan rekontruksi dilakukan sebanyak 12 adegan. “Reka ulang ini kita lakukan untuk melengkapi berkas ke JPU. Untuk tersangka dikenakan pasal 170 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” katanya.(dho)

Komentar

Berita Lainnya