oleh

Rekan Ditahan Karena Rusak Mobil PAMOVIT, Mahasiswa UIN Minta Gubernur Jadi Jaminan Penangguhan

SUMEKS.CO – Buntut dari penahanan mahasiswa yang diduga melakukan pengerusakan mobil PAMOVIT Polda Sumsel, saat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumsel beberapa waktu lalu, puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang melakukan aksi solidaritas di Halaman Kantor Pemerintahan Provinsi Sumsel, Kamis (19/11).

Salah satu tuntutan peserta aksi ini yakni meminta kepada Gubernur Sumsel, Herman Deru, menjadi jaminan penangguhan penahanan keempat mahasiswa yang saat ini ditahan oleh Polda Sumsel.

“Bebaskan teman kami, karena mereka yang ditahan tersebut masih berstatus mahasiswa aktif,” tegas Teja Anggara, Koordinator Lapangan.

Menurut Teja, bahwa keempat rekan mereka yang ditahan merupakan korban provokasi dari pelaku utama yang sampai saat ini belum ditangkap.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru yang menemui langsung para pengunjuk rasa berjanji, jika dirinya akan menjadi penjamin tuntutan pembebasan ataupun penangguhan yang akan dilakukan baik dari sesama rekan mahasiswa ataupun orang tua dari mahasiswa yang ditahan.

“Sebelum saya menemui kalian (Para Aksi) saya komunikasi ke salah satu pimpinan Polda Sumsel, dan saya katakan bersedia menjadi penjamin, secara pribadi atau juga secara kelembagaan,” kata HD.

Lanjut HD, dia meminta agar orang tua dari ke empat mahasiswa yang ditahan segera menuliskan surat penangguhan yang nanti akan ia tanda tangani sebagai penjamin.

“Silakan tulis suratnya, nanti berikan ke saya untuk saya tanda tangani. Rekan mahasiswa lain kawal surat ini dan hantarkan ke Polda Sumsel dengan prosedur yang benar. Diantara sekian banyak regulasi tentang penangguhan, saya merespon karena ini cara yang legal. Sebagai penjamin diluar keluarga saya akan ikut menjaminkan,” pungkasnya.

Diketahui empat mahasiswa yang ditahan atas dugaan pengerusakan mobil PAMOVIT Polda Sumsel merupakan satu mahasiswa UIN RF Palembang, satu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang, satu mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya dan satu mahasiswa Stisipol Palembang.(ety)

Komentar

Berita Lainnya