oleh

Rektor ini Tegaskan tak Ada Dosen Buat Skripsi

PALEMBANG – Mencetak lulusan memiliki daya saing tinggi dan siap terjun di tengah masyarakat, Universitas PGRI Palembang memberikan pelatihan penyusunan skripsi bagi 1.205 mahasiswa dari 12 Program Studi (Prodi) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Hal tersebut diungkap langsung Dekan FKIP Universitas PGRI Palembang, Dr Dessy Wardiah MPdi, kemarin (3/11).

Dijelaskan, pelaksanaan pelatihan penulisan skripsi dilaksanakan sesuai protokol Covid-19 mulai dari diukur suhu, cuci tangan hingga menggunakan masker. Kegiatan 2-5 November 2020. Bertujuan memotivasi para mahasiswa untuk penulisan skripsi lebih cepat dan baik. Selain itu memotivasi para dosen pembimbing skripsi agar para mahasiswa yang menulis skripsi lebih terarah dan kreatif.

“Meningkatkan hasil penulisan skripsi secara kuantitas maupun secara kualitas. Serta Penyamaan persepsi penulisan skripsi,” sambungnya di hadapan para mahasiswa yang sedang mengikuti pelatihan.

Lebih jauh dijelaskan, pihaknya berharap hasil hendak dicapai dalam kegiatan pelatihan skripsi ini, ingin meningkatkan motivasi mahasiswa dalam penulisan skripsi yang cepat dan baik. “Meningkatkan kualitas skripsi, mahasiswa dan dosen memiliki persepsi yang sama dalam penulisan skripsi,” katanya.

Lanjutnya, Peserta pelatihan skripsi mahasiswa FKIP Universitas PGRI Palembang adalah semua mahasiswa Angkatan 2017 berjumlah 1.205 orang, terdiri dari Bahasa Inggris 69 mahasiswa. Bahasa Indonesia 107 mahasiswa. Matematika 82 mahasiswa. Fisika 15 mahasiswa. Sejarah 39 mahasiswa. Akuntansi 38 mahasiswa. Geografi 41 mahasiswa. Bimbingan dan Konselin 46 mahasiswa. PAUD 37 mahasiswa. PGSD 392 mahasiswa. Penjas 219 mahasiswa. Seni Pertunjukan 120 mahasiswa.

“Peserta pelatihan skripsi sekurang-kurangnya sudah menempuh 142 sks,”katanya

Sementara Rektor Univeritas PGRI Palembang, Dr Bukman Lian MM MSi mengatakan, mengantisipasi agar tidak terjadinya plagiat dalam pembuatan skripsi (tugas akhir,red) mahasiawa Universitas PGRI Palembang telah menyediakan mesin Turnitine, mesin ini bisa mengetahui apakah ada plagiat atau tidak pada tugas tersebut.

“Kita sewa pakai turnitine internasional, artinya dari mana saja mereka ambil plagiat di dunia ini akan ketahuan sebab mesin tersebut bisa mencetak dunia ini. Dan ini sudah sejak lama kita sediakan,” ujar Bukman Lian, saat memberikan materi pelatihan pembuatan skripsi pada mahasiswa di Aula H Aidil Fitrisyah, kemarin (4/11).

Ditegaskan, lulusan universitas PGRI Palembang dipastikan hasil tugas akhir tidak ada yang plagiat. “Sebelum lulus tugas akhir atau skripsi mahasiswa wajib uji kompetensi kelayakan dengan mesin Turnitine, sampai tiga kali turnitune dengan persentase kelayakan baru bisa lulus,”tegasnya seraya mengatakan Keluaran Universitas PGRI bisa dipasti tidak ada plagiat dan siap mengabdi dimasyarakat sesuai kompetensi dimiliki.

Lanjutnya, dalam pengembangan insitusi harus berjalan diatas rel artinya harus sesuai dengan aturan akademik. Kemudian regulasi-regulasi yang ada harus transparan terbuka dan arahnya menuju mutu sesuai yel-yel yakni, melaju dengan mutu sesuai sembilan kriteria, sehingga disenangi dan mendapat kepercayaan dari masyarakat.

“Tidak ada dosen yang membuat skripsi mahasiswa, yang ada dosen membimbing dan membantu mahasiswa bagaimana bisa menyelsaikan studi sesuai kemampuan dan batas waktu tanpa melebihi,” tandasnya. (nni)

Komentar

Berita Lainnya