oleh

Relaksasi PPnBM, Gaikindo: Sektor Otomotif dan lainnya Ikut Bangkit

SUMEKS.CO- Pemerintah memberikan relaksasi pajak untuk industri otomotif melalui PPnBM pada jenis mobil sedan dan 4×2 dengan mesin di bawah 1.500 cc. Kebijakan tersebut mulai diterapkan selama sembilan bulan sejak Maret. Relaksasi ini dibagi per tiga bulan dengan jumlah pemotongan PPnBM yang berbeda-beda. Pada Maret hingga Mei relaksasi sebesar 100 persen, lalu 50 persen pada Juni hingga Agustus, dan 25 persen pada September hingga Desember.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan, harapan dari relaksasi tersebut sangat besar karena industri otomotif memiliki keterkaitan dengan industri lainnya. Sebab, sektor industri otomotif juga mempengaruhi sektor industri lainnya seperti jasa keuangan asuransi, hingga usaha bengkel kecil.

“Kalau kita elaborasi. Industri otomotif sangat banyak kaitannya dengan industri lainnya. Ada 1,5 juta pekerja ini di produksi otomotifnya sendiri ya. Ini diluar, saya ngga hitung di industri finance otomotif seperti asuransi kendaraan. Saya ngga hitung bengkel kecil di jalanan dan toko sperpart. Indistru otomotif dan suplier. Pabrik baterai seperti aki, dan sebagainya,” ujarnya saat dihubungi oleh JawaPos.com, Selasa (16/2).

Pihaknya mengaku, sepanjang masa pandemi sektor industri otomotif mati suri. Sebab, permintaan terhadap pembelian mobil membuat pendapatan suplai anjlok. Penurunan permintaan mobil pun mempengaruhi pemerimaan kapasitas produksi.

“Penjualan di Januari malah turun 8 persen dari akhir tahun. Kalau gini terus bisa bahaya. Jadi kita harus lihat di industri ini banyak melibatkan orang dan indistri lainnya. Kalau koleps ngga baik. Jadi kita dari industri ajukan pemerintah dan disetujui,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini perusahaan otomotif tetap mempertahankan para pegawainya dengan tidak melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hanya saja, untuk pekerja kontrak dan pihak ketiga tidak diperoanjang.

“Kami belum melakukan PHK. Yang kita lakukan pegawai kontrak dan otsourching yang habis masa kerja berhenti,” ucapnya.

Sehingga, pihaknya memandang, dengan adanya kebijakan ini dapat menimbulkan minat beli masyarakat terhadap mobil baru. Sehingga, ekonomi di sektor lainnya pun juga dapat bergerak yang akhirnya dapat meningkatkan kontribusi pendapatan negara.

“Kita melihat sikap positif dengan harapan orang itu minat beli timbul. Sebenarnya orang ada uang tapi minat beli belum ada dengan ini naik ekonomi berputar ekonomi bergerak,” tutupnya.(jpg/jawapos/gaikindo)

 

Komentar

Berita Lainnya