oleh

Rencana Kunker Dewan ke Provinsi Sumsel-Lampung Disorot

MUARA ENIM – Rencana kunjungan kerja (Kunker) anggota DPRD Kabupaten Muara Enim ke Provinsi Sumatera Selatan dan Provinisi Lampung, menindak lanjuti 7 raperda yang usulankan Pemkab Muara Enim, mendapat sorotan kalangan masyarakat.

Padahal sesuai instruksi Gubernur Sumatera Selatan Pemkab Muara Enim dan DPRD Muara Enim untuk menghentikan sementara kunjungan kerja baik dalam wilayah Sumatera Selatan maupun keluar ibu kota Sumatera Selatan, sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.

“Kondisi sekarang di berbagai daerah sedang tidak stabil karena virus corona. Namun kawan-kawan dewan dalam waktu dekat berencana akan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Lampung. Jangan lah,” ujar Tokoh Pemuda Kabupaten Muara Enim Yones Tober ST, Akhmad Imam Mahmudi dan Solihin, Senin (20/4).

Lanjut Yones, Gubernur Sumatera Selatan telah menghimbau mngingatnya cepatnya penyebaran wabah virus corona atau Covid-19 Provinsi Sumatera Selatan telah meningkatkan status dari waspada menjadi tanggap darurat dan siaga.

Dengan naiknya status tanggap darurat dan siaga, kata dia, baik ASN maupun anggota DPRD tidak melaksanakan perjalanan dinas, sosial distancing dan berperan aktif mensosialisasi upaya pencegahan penyebaran virus corona.

“Himbauan gubernur sangat jelas. Sebagai wakil rakyat harus mencontohkan yang baik kepada rakyatnya. Sekarang ini kondisinya tidak memungkinkan dangan mewabahnya virus covid-19 atau corona. Jika kawan-kawan dewan tetap melakukan kunker ke Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Lampung kami akan melakukan aksi menolak kembalinya anggota DPRD tersebut. Kami tidak mau pulang dari kunker membawa virus corona di Bumi Serasan Sekundang,” tegas Yones Tober.

Solihin menambahkan, di saat pemerintah sedang menggencarkan supaya warganya melakukan pembatasan sosial, malah pejabat publik seperti anggota dewan berencana akan kunjungan kerja ke luar daerah. Apalagi daerah yang akan dikunjungi anggota dewan itu baru saja ditetapkan sebagai zona merah.

Sebab, kata dia, rencana kunjungan kerja anggota DPRD Muara Enim di tengah pandemi virus corona seperti sekarang ini sangat berisiko dan berbahaya. Menurut dia, anggota dewan selaku pejabat publik sebaiknya bisa menunda kegiatan di luar daerah jika kegiatan itu tidak sangat penting dan mendesak. “Sangat berisiko, perlu upaya ekstra hati-hati, apalagi sekarang ini situasinya darurat dan siaga,” kata Solihin.

Ia memandang jika kunjungan kerja anggota dewan ke Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Lampung belum begitu sangat penting. Sehingga, sebaiknya kunjungan kerja ini bisa dijadwalkan lain waktu sampai kondisi normal.

“Tidak begitu penting, penting itu misalnya kunjungan kerja ini mendesak karena berkaitan dengan masyarakat banyak. Kalau masih bisa diwakilkan tidak perlu serombongan hampir semua dewan keluar,” tuturnya.

Sementara itu, Akhmad Imam Mahmudi, jika sebelumnya sejumlah anggota DPRD Kabupaten Muara Enim telah menjadi topik trending mayarakat Bengkulu saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke DPRD Rejang Lebong ditengah wabah virus Corona.

“Ini sudah beredar kabar, anggota DPRD Muara Enim akan melakukan kunker ke Provinsi Sumatera Selatan dan Lampung. Apa belum puas menjadi buah bibir masyarakat Bengkulu dan Sumatera Selatan. Kalau pun nantinya tetap memaksakan untuk kunker, ya jangan pulang lagi. Miris la, dewan ini perpajangan tangan rakyat sementara rakyat stay at home anggota dewan kunker. Kalau mau mati jangan ajak rakyat,” sindir Imam.

Terpisah, Sekretaris DPRD Kabupaten Muara Enim Lido Septontoni SH MM, ketika dikonfirmasi terkait rencananya kunjungan kerja (Kunker) anggota DPRD Muara Enim ke Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Lampung enggan berkometar banyak. “Belum ada (Kunker, red),” jelas singkat. (ozi)

Komentar

Berita Lainnya