oleh

Replanting Mandiri, Tetap Bermitra dengan Perusahaan

-Headline-1.455 views
KELUANG – Sekitar 572 hektar lahan tanaman sawit dibawah naungan KUD Barokah Jaya berlokasi di Desa Tegal Mulyo, Kecamatan Keluang, Kabupaten Muba tahun ini akan mulai diremajakan. Yang menarik, para petani dibawah kelembagaan KUD tersebut akan melakukan sendiri proses replanting yang  dimulai sekitar bulan April mendatang.

“Tapi mandirinya proporsional mas. Kita tetap melakukan kemitraan dengan PT Hindoli. Cuma untuk proses replantingnya petani akan melakukan sendiri. Nah perusahaan dalam hal ini mendampingi petani,” ujar Ketua Umum KUD Barokah Jaya, Suparji kepada wartawan di sela-sela kegiatan Rapat Anggota Tahunan KUD Barokah Jaya, Selasa (15/1).

Kenapa masih bermitra, kan ada KUD lain yang keluar dari kemitraan? Suparji beralasan bahwa pertimbangnya lantaran mereka masih membutuhkan bantuan perusahaan. Apalagi selama ini hubungan dengan perusahaan cukup baik. Dan terbukti meningkatkan kesejahteraan dengan petani.

“Kan gak gampang juga mas, misal dalam segi bibit. Kita butuh bantuan supaya bisa mendapatkan bibit yang terbaik. Apalagi sudah ada pengalaman panjang sebelumnya,” tukasnya.

Suparji juga menjelaskan mereka juga telah mengajukan bantuan dana replanting kepada BPDP KS. Saat ini sudah mendapatkan rekomendasi dari Dirjen Perkebunan, Kementrian Pertanian.”Mudah-mudahan bisa segera cair. Nah kekurangan dananya nanti akan bekerjasama dengan perbankan,” tandasnya.

Chief Manager Plasma PT Hindoli, Joko Wahyu Priadi mengungkapkan hal senada. Dia juga menerangkan saat ini proses persiapan replanting sudah dimatangkan. “Replanting yang melakukan petani, kita hanya mendampingi,” tandasnya.

Terkait bantuan dari BPDP KS, Joko menerangkan. Bahwa saat mendampingi pihak KUD Barokah Jaya mendapat rekor MURI karena menghasilkan tandan buah segar terberat se-Indonesia. Dia mendengar bahwa tidak akan dipersulit. “Kita mendapat dukungan dari pemerintah,” cetusnya.

Dalam kegiatan RAT sendiri hadir langsung Wakil Bupati Muba Beni Hernedi. Suami Susi Imelda tersebut mengapresiasi kinerja pihak KUD selama ini yang cukup berprestasi. Terkait replanting dia menegaskan baik yang tetap bermitra maupun tidak bisa mengajukan bantuan dana dari BPDP KS. Bagaimana dengan yang status lahannya masih kawasan hutan? Da mengatakan akan diajukan untuk pelepasan status kawasan.

“Yang terpenting kelembagaanya. Yang sulit memang petani diluar KUD yang sendiri-sendiri. Makanya harus berlembaga,” ujarnya.

Terkait replanting, Beni mengatakan hal utama yang terpenting adalah bagaimana perekonomian masyarakat saat masa replanting. Jangan sampai menimbulkan kemiskinan. “Ini yang perlu kita pikirkan. Untuk tumpang sari jangan sampai pula yang bisa memicu persoalan seperti hama. Atau bisa juga dengan program ekonomi produktif pengganti seperti beternak ayam dan lainnya,” pungkasnya. (Kur)

Komentar

Berita Lainnya